klikdokter.com
Sabtu, 02 Agustus 2014

Penanganan Flu Singapura

Oleh : dr. Puti Naindra Alevia

Heboh ancaman “Flu Singapura” tidak hanya sempat membuat panik sebagian masyarakat Indonesia saja, namun juga Asia Tenggara Indonesia. Beberapa tahun yang lalu penyakit yang menyerang anak-anak dengan khas signifikan menyerang mulut, tangan dan kaki ini menggemparkan situasi kesehatan di Singapura.

                                                                       gettyimages.com

Flu Singapura bukanlah jenis flu biasa yang kita kenal, sesuai dengan sasaran serangan penyakit tersebut (mulut, tangan dan kaki). Penyakit ini memang merupakan terjemahan dari hand foot and mouth disease (HMFD).

Istilah sebutan ‘Flu Singapura’ sendiri disinyalir merupakan manifesto fenomena dari jumlah riwayat epidemiologis penyakit tersebut di wilayah negara Singapura sendiri pada tahun 2000-an.

Walau dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit kaki, tangan, dan mulut (PKTM) tidak dipandang sebelah mata oleh pihak negara Singapura sendiri. Singapura sedikitnya telah mendonasikan seperangkat alat pendeteksi dini ‘flu singapura’ di beberapa titik pintu masuk wilayah Indonesia.

Seperangkat alat yang merupakan piranti yang dapat membaca suhu tubuh manusia secara akurat berkat thermal sensor yang dirancang sedemikian rupa untuk mendiagnosa instan para komuter Singapura-Indonesia agar eksistensi PKTM dapat ditindaklanjut lebih dini. Bahkan beberapa pihak bandara udara di Indonesia telah menlajlin kerjasama dengan beberapa pihak rumah sakit agar dapat dilakukan ‘penjemputan pasien’ lebih dini meninjau rentannya penularan PKTM itu sendiri.

 

Penyakit, Kaki, Tangan, dan Mulut

Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut merupakan infeksi virus ringan yang sangat menular yang sering ditemukan ada anak-anak. Disebut demikian karena gejalanya memang dapat dilihat pada ketiga bagian tubuh tersebut. Pada mulut, muncul vesikel-veskel yang kemudian pecah membentuk luka yang bergaung (ulkus) pada lidah, gusi, dan pipi bagian dalam. Luka ini tentunya terasa nyeri sehingga penderita menjadi sulit menelan. Sedangkan pada kulit telapak kaki dan tangan akan muncul lesi-lesi merah yang datar atau benjolan kecil (papul), beberapa seperti gelembung kecil (vesikel) yang tidak disertai rasa gatal. Beberapa dapat ditemukan pada bokong.

Sebetulnya, pada tahap awal penyakit gejala yang ada seperti gejala infeksi virus lainnya, yaitu demam, penurunan nafsu makan, rasa lemas/tidak enak badan (malaise), dan sakit tenggorokan. Rentang waktu antara masuknya virus ke dalam tubuh sampai munculnya gejala biasa 3 - 7 hari. Sedangkan, luka di mulut baru muncul 1 – 2 hari setelah mulainya demam, diikuti oleh lesi pada kulit. Karena merupakan infeksi virus, penyakit ini akan membaik sendiri dalam 7-10 hari ketika antibodi tubuh sudah terbentuk (self-limiting disease).

Virus yang paling sering menjadi biang keladi penyakit ini memiliki nama coxsackievirus A16 yang merupakan bagian dari suatu kelompok virus yang disebut enterovirus. “Anggota” enterovirus yang lain juga dapat menyebabkan penyakit ini, namun sebagian besar kasus Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut tidak serius. Walaupun demikian salah satu jenis enterovirus, yaitu enterovirus 71 dapat menyebabkan keadaan yang lebih berat atau ada komplikasi, bahkan sampai meninggal.

Komplikasi yang dapat muncul tersebut, berupa:

  • Peradangan selaput otak (meningitis) karena infeksi virus. Peradangan juga mempengaruhi cairan saraf pusat yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Infeksi ini biasanya ringan dan akan sembuh dengan sendirinya.
  • Ensefalitis. Merupakan infeksi berat pada jaringan otak dan dapat menyebabkan kematian. Namun, komplikasi ini jarang.
  • Miokarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau perikarditis, peradangan otot jantung atau selaput jantung. Komplikasi ini jarang.
  • Pneumonia atau radang paru-paru. Komplikasi ini jarang.
  • Paralisis atau kelumpuhan anggota gerak (seperti polio). Komplikasi ini jarang.

Karena menyerang anak-anak, komplikasi yang sering ditemukan adalah dehidrasi. Rasa nyeri pada mulut dan tenggorokan menyebabkan anak menjadi sulit untuk menelan. Karena itu, anak harus minum yang cukup selama sakit. Jika dehidrasinya berat, pemberian cairan melalui pembuluh darah (intravena) harus dilakukan.

Pintu masuk utama serangan coxsackievirus ke dalam tubuh adalah mulut manusia. Cairan sekret hidung, tenggorokan, ludah, cairan dari lesi gelembung di kulit, atau tinja penderita berfungsi sebagai kuda troya yaitu tempat virus “bersembunyi”. Virus kemudian akan menanamkan diri pada mukosa mulut, dan menyebar ke kelenjar getah bening dalam 24 jam. Dari sana, virus bergerilya di dalam darah dan menyebar ke mukosa mulut serta kulit.

Karena disebarkan melalui kontak dengan sekret-sekret tersebut, penyakit ini sering ditemukan pada anak-anak (< 10 tahun) yang sistem kekebalan tubuhnya belum baik, di tempat penitipan anak, dimana sering terjadi penggantian popok, dan tangan-tangan kecil sering keluar-masuk mulut. Virus juga dapat menyebar melalui sekret hidung atau tenggorokan yang disemprotkan ke udara sewaktu seseorang batuk atau bersin. Penularan kontak tidak langsung dapat melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi.

Walaupun jarang, penyakit ini juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa. Namun, karena infeksi yang pertama kali dapat menimbulkan kekebalan atau imunitas, orang dewasa dan anak yang lebih tua, lebih kecil risiko terserang penyakit ini. Virus dapat menyebar sampai berminggu-minggu setelah tanda dan gejala menghilang. Beberapa orang yang mengekskresi virus tersebut, bisa tidak menujukkan tanda atau gejala Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut.

Karena merupakan self-limiting disease, tidak ada terapi spesifik untuk menangani infeksi ini. Yang penting adalah pencegahan penularan infeksi virus dengan menjaga higienitas diri dan lingkungan. Cuci tangan yang bersih secara teratur, terutama setelah menggunakan toilet atau setelah mengganti popok anak, dan sebelum menyiapkan makanan untuk keluarga. Bersihkan benda-benda di sekitar dengan air dan sabun, kemudian ditambahkan dengan larutan klorin (1/4 cangkir klorin dengan 1 galon air).

Untuk meningkatkan daya tahun tubuh, penderita sebaiknya tetap makan makanan yang bergizi dan banyak beristirahat. Untuk mencegah dehidrasi, dianjurkan minum yang banyak. Susu lebih dipilih daripada minuman yang bersifat asam seperti jus buah dan soda. Sedangkan untuk mengatasi penyerta seperti demam dan nyeri yang ditimbulkan, dapat diberikan obat anti-piretik dan analgetik seperti parasetamol.

Untuk membantu mengatasi rasa nyeri di dalam mulut, anak dapat diberikan minum air es, susu dingin, es krim baik yang berupa krim maupun batangan. Untuk membersihkan mulut, mengurangi nyeri dan peradangan, dianjurkan melakukan kumur-kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari. Campurkan ½ sendok teh garam dengan 1 cangkir air hangat. Makan makanan yang lembek yang tidak membutuhkan kunyahan seperti bubur.[](PNA)



Jika ingin bertanya ke Dokter kami, Silahkan klik disini


 

Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Awas Malaria Sebabkan Anemia!
Pengelolaan Obat ARV
Gizi Memadai ASI pun Mencukupi