klikdokter.com
Rabu, 17 September 2014
Kebidanan & Kandungan
Preeklampsia



Definisi
Pre-eklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga) atau bisa lebih awal terjadi. Sedangkan pengertian eklampsia adalah apabila ditemukan kejang-kejang pada penderita pre-eklampsia, yang juga dapat disertai koma.  Pre-eklampsia adalah salah satu ka­sus gangguan kehamilan yang bisa menjadi penyebab kematian ibu. Ke­lainan ini terjadi selama masa kelamilan, persalinan, dan masa nifas yang akan berdampak pa­da ibu dan bayi. Kasus pre-eklampsia dan eklampsia terjadi pada 6-8% wanita hamil di Indonesia.

Hipertensi (tekanan darah tinggi) di dalam kehamilan terbagi atas pre-eklampsia ringan, pre-eklampsia berat, eklampsia, serta superimposed hipertensi(ibu hamil yang sebelum kehamilannya sudah memiliki hipertensi dan hipertensi berlanjut selama kehamilan). Tanda dan gejala yang terjadi serta tatalaksana yang dilakukan masing-masing penyakit di atas tidak sama. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pembagian di atas. 

Pre-eklampsia Ringan

Tanda dan gejala :

1.     Kenaikan tekanan darah sistole 140 mmHg sampai kurang dari 160 mmHg; diastole 90 mmHg sampai kurang dari 110 mmHg

2.     Proteinuria : didapatkannya protein di dalam pemeriksaan urin (air seni)

3.     Edema (penimbunan cairan) pada betis, perut, punggung, wajah atau tangan

 

Pre-eklampsia Berat

Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Tanda dan gejala pre-eklampsia berat :

1.     Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg

2.     Tekanan darah diastolik ≥ 110 mmHg

3.     Peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus (kuning)

4.     Trombosit < 100.000/mm3

5.     Oliguria (jumlah air seni < 400 ml / 24 jam)

6.     Proteinuria (protein dalam air seni > 3 g / L)

7.     Nyeri ulu hati

8.     Gangguan penglihatan atau nyeri kepala bagian depan yang berat

9.     Perdarahan di retina (bagian mata)

10.   Edema (penimbunan cairan) pada paru

 

11.   Koma

Pemeriksaan Penunjang 

Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui terdapatnya protein dalam air seni, fungsi organ hati, ginjal, dan jantung, fungsi hematologi / pembekuan darah. Untuk penanganannya, terbagi atas gejalanya, seperti contoh berikut:

1. Pre-eklampsia ringan

Tatalaksana preeklampsia ringan dapat secara :

1.     Rawat jalan (ambulatoir)

2.     Rawat inap (hospitalisasi)

Pengelolaan secara rawat jalan (ambulatoir) :

1.     Tidak mutlak harus tirah baring, dianjurkan perawatan sesuai keinginannya

2.     Makanan dan  nutrisi seperti biasa, tidak perlu diet khusus

3.     Vitamin

4.     Tidak perlu pengurangan konsumsi garam

5.     Tidak perlu pemberian antihipertensi

6.     Kunjungan ke rumah sakit setiap minggu

Pengelolaan secara rawat inap (hospitalisasi) :

1.     Pre eklampsia ringan dirawat inap apabila mengalami  hipertensi yang menetap selama lebih dari 2 minggu, proteinuria yang menetap selama lebih dari 2 minggu, hasil tes laboratorium yang abnormal, adanya gejala atau tanda 1 atau lebih pre eklampsia berat

2.     Pemeriksaan dan monitoring teratur pada ibu : tekanan darah, penimbangan berat badan, dan pengamatan gejala pre-eklampsia berat dan eklampsia seperti nyeri kepala hebat di depan atau belakang kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut  bagian kanan atas, nyeri ulu hati

3.     Pemeriksaan kesejahteraan janin berupa evaluasi pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim

Tatalaksana

1.     Pada dasarnya sama dengan terapi rawat jalan

2.     Bila terdapat perbaikan gejala dan tanda-tanda dari pre-eklampsia dan umur kehamilan 37 minggu atau kurang, ibu masih perlu diobservasi selama 2-3 hari lalu boleh dipulangkan

2. Pre-eklampsia Berat

Pre eklampsia berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya tekanan darah tinggi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan/atau edema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala pre-eklampsia berat selama perawatan, maka perawatan dibagi menjadi :

1.     Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri dan ditambah pemberian obat-obatan

2.     Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pemberian obat-obatan

Perawatan aktif dilakukan apabila  usia kehamilan 37 minggu atau lebih, adanya ancaman terjadinya impending eklampsia, kegagalan terapi dengan obat-obatan, adanya tanda kegagalan pertumbuhan janin di dalam rahim, adanya "HELLP syndrome" (Haemolysis, Elevated Liver enzymes, and Low Platelet).


Perawatan konservatif dilakukan apabila kehamilan kurang dari 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda impending eklampsia serta keadaan janin baik. Perawatan konservatif pada pasien pre eklampsia berat yaitu :

1.     Segera masuk rumah sakit

2.     Tirah baring

3.     Infus

4.     Diet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam

5.     Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat

6.     Anti hipertensi, diuretikum diberikan sesuai dengan gejala yang dialami

7.     Penderita dipulangkan apabila penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda pre-eklampsia ringan (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu)

  Deteksi dini :

1.     Menyaring semua kehamilan primigravida (kehamilan pertama),  ibu menikah dan langsung hamil, dan semua ibu hamil dengan risiko tinggi terhadap pre-eklampsia dan eklampsia

2.     Pemeriksaan kehamilan secara teratur sejak awal triwulan satu kehamilan



Artikel Terkait
Artikel Terkait
Baca Juga

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia