klikdokter.com
Kamis, 24 Juli 2014

Luka Pada Anus

Yth. Dokter Saya pernah dibedah kecil 2 tahun lau di sekitar lubang anus dikarenakan ada benjolan sebesar kacang merah dan rasanya sakit sekali. Setelah itu sampai sekarang dari anus selalu mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan, terutama setelah BAB. Terasa agak nyeri setelah BAB, setelah diperiksa istri saya, dibagian dalam lubang anus ada luka terbuka yang ditekan rasanya sakit. Bagaimanakah menyembuhkan sakit saya ini? Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.



Bapak/Saudara Yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Keluhan  pada anus Anda memerlukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui diagnosis pastinya. Kemungkinan keluhan Anda adalah  anal fistula.

Anal fistula adalah adanya saluran penghubung antara anus dan kulit yang menetap hingga 2-3 bulan akibat infeksi lokal.

Penyebab anal fistula adalah sumbatan (bisa akibat kotoran/feses, luka atau benda asing)dan infeksi dari kelenjar di daerah dubur yang mengakibatkan terjadinya peradangan. Jika peradangan sampai kebawah kulit disekitar dubur, kulit menjadi merah, sakit dan ada benjolan (penderita biasanya merasakan demam).

Peradangan ditambah dengan adanya kuman akan mengakibatkan terbentuknya abses /nanah. Dengan bertambahnya kumpulan nanah maka rasa sakit juga akan bertambah. Pada tahap ini pemberian antibiotika saja tidak akan dapat menyembuhkan/menghilangkan nanah. Oleh karena itu tujuan terapi adalah menghilangkan nanah yang ada melalui proses drainase (dialirkan keluar melalui pembedahan). Akan tetapi, nanah dapat pecah sendiri (spontan). Setelah nanah keluar dan luka mengering, ada dua kemungkinan yaitu sembuh sama sekali atau sembuh dengan meninggalkan lubang kecil yang terus menerus mengeluarkan cairan nanah terkadang bercampur darah. Meskipun tidak sakit tetapi akan mengganggu kehidupan sehari-hari.  Kondisi ini disebut anal fistula.

Untuk memastikan diagnosis, sebaiknya Anda mengunjungi dokter umum atau dokter spesilalis bedah dan dapat mendiskusikan pilihan-pilihan penanganan yang optimal bergantung pada diagnosis dan keparahan penyakit.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter.



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Pil KB 21 Hari
Anak Terlambat Bicara
Leukosit Turun