klikdokter.com
Senin, 22 September 2014
<

Kanker Mulut

dear dokter, saya pengen bertanya mengenai kanker rongga mulut, yg ingin saya pertanyakan adalah apakah kanker jenis ini dapat menular kepasangannya melalui hubungan coitus ataukah tdk jika dapat menular gimana langkah penanganan dan pencegahan bagi pasangan yg sehat. demikian terima kasih atas penjelasannya



Ibu / saudari yang Terhormat

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi

 

Kanker mulut dapat timbul di dalam mulut dengan tampilan dan bentuk yang berbeda-beda. Terkadang berupa bercak putih ataupun merah, namun biasanya yang paling umum timbul sebagai adalah sebagai luka (ulkus) yang tidak terasa sakit dan tak kunjung sembuh.

Sangat penting untuk memeriksa rongga mulut secara teratur. Pemeriksaan dapat dilakukan sendiri di rumah. Cukup kenali gejala-gejalanya dengan baik, namun tidak ada salahnya untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan ahli kesehatan terpercaya untuk mendapatkan hasil diagnosa lebih komprehensif.

Jadi bila ada sesuatu yang aneh dan mencurigakan bisa langsung diperiksakan ke dokter. Itulah gunanya memeriksakan diri secara teratur ke dokter gigi minimal setiap 6 bulan sekali, agar keadaan abnormal yang memerlukan tindak lanjut dapat ditemukan lebih dini.

Bila terdapat luka (ulkus) yang tidak kunjung sembuh sendiri dalam kurun waktu hingga lebih dari 3 minggu, ataupun ditemukan perubahan yang mencurigakan seperti adanya bercak putih atau merah di dalam rongga mulut, bersegeralah untuk memeriksakan kepada dokter yang memiliki kompetensi khusus pada bidang terkait. Dalam hal ini, adalah dokter gigi yang mendalami bidang penyakit mulut (drg. Sp.PM) agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih menyeluruh. 

Pemilik Resiko Terbesar Kanker Mulut

Menurut banyak riset dan survey yang telah dilakukan, kelompok beresiko tinggi untuk terkena kanker mulut adalah kaum perokok, peminum alkohol, dan orang yang termasuk kelompok usia 40 tahun ke atas.

Penggunaan  tembakau  dan konsumsi alkohol masih merupakan faktor resiko utama. Dan hingga kini masih diyakini sebagai pemicu utama pada 80% kasus kanker mulut.

Dalam sebuah penelitian didapati bahwa orang yang memiliki kebiasaan mengunyah daun tembakau atau apapun cara konsumsi tembakau yang tidak menghasilkan asap (smokeless) memiliki resiko kanker mulut yang lebih rendah dibanding perokok atau perokok cerutu, namun tetap saja sama bahayanya. Jangan lupakan shisha, yang dari beberapa penelitian dikatakan malah lebih berbahaya dari merokok.

Perokok dan peminum yang berusia 40 tahun ke atas beresiko 30 kali lebih besar untuk terkena kanker mulut, meski sekarang makin banyak orang berusia lebih muda yang menderita penyakit ini terutama wanita. Seperti terlihat pada perubahan gaya hidup wanita muda di banyak kota besar di Indonesia, makin banyak wanita muda yang merokok dan mengkonsumsi alkohol secara rutin apalagi saat berkumpul dengan teman-teman. Jelas sekali pola gaya hidup berkontribusi besar terhadap resiko terkenanya kanker, tidak terkecuali kanker mulut.

Selain itu, semakin banyak bukti terkumpul yang mengungkapkan bahwa seks oral dapat berkontribusi dalam menyebarkan kanker mulut, yaitu  melalui transmisi Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini dapat ditemukan di mulut dan tenggorokan, leher rahim, dan anus. Virus ini merupakan virus yang sama yang menyebabkan kanker di leher rahim.

Semua Orang Harus Waspada

 

 
 
Kanker mulut adalah salah satu masalah kesehatan yang patut diwaspadai dan menuntut perhatian lebih dari semua orang, baik yang termasuk dalam kelompok beresiko tinggi maupun tidak.
Bila menemukan sesuatu yang abnormal dan mencurigakan dalam mulut Anda seperti yang disinggung di atas, segera konsultasikan diri Anda ke dokter gigi spesialis penyakit mulut untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter gigi Anda akan mengambil sedikit jaringan lunak dari mulut (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium oleh ahli patologi. Bila dari pemeriksaan  makin memperkuat kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit kanker mulut, maka diperlukan pemeriksaan yang lebih lanjut seperti pemeriksaan darah, rontgen, atau CT scan agar ditemukan lokasi pasti dari kanker tersebut.

Setelah diagnosa ditegakkan, barulah rencana perawatan dapat ditetapkan bagi pasien yang bersangkutan. Perawatan yang akan dilakukan sangat bergantung pada tingkat keparahan penyakit. Oleh sebab itulah deteksi dini dari penyakit ini sangat penting, dan dibutuhkan kesadaran serta kewaspadaan dari berbagai lapisan masyarakat

 

 

 

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

 

 

 



 
Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Rontok Setelah Melahirkan
Operasi Thoracic Sympathectomy
Pusing Perubahan Posisi