Anemia atau yang lebih dikenal dengan istilah kurang darah merupakan suatu kondisi yang banyak terjadi pada masyarakat Indonesia. Meskipun demikian, belum banyak yang mengetahui penyebabnya. Anda salah satunya?
Anemia merupakan suatu kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah (eritrosit) atau hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah dan berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Pada anemia, sel-sel tubuh menjadi kekurangan oksigen. Akibatnya muncul gejala berupa lemas, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, pucat, berdebar-debar, dan sakit kepala. Anemia yang tidak ditangani dengan baik, ataupun anemia yang berat, dapat berakibat pada kerusakan organ tubuh sampai dengan kematian.
Berdasarkan penyebabnya, anemia dibagi menjadi beberapa jenis, yakni:
1. Anemia Karena Perdarahan
Semakin banyak perdarahan maka tubuh akan semakin banyak kehilangan sel darah merah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh menstruasi yang berkepanjangan, kecelakaan, operasi, perdarahan saluran cerna, dan sebagainya.
Artikel lainnya: Mungkinkah Komplikasi Anemia Sebabkan Kematian?
2. Anemia Defisiensi Besi
Ini merupakan jenis anemia yang paling sering terjadi. Anemia defisiensi besi disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, karena substansi ini berperan penting dalam pembentukan hemoglobin.
3. Anemia Megaloblastik
Ini merupakan anemia yang disebabkan oleh kurangnya asupan asam folat atau vitamin B12.
4. Anemia Hemolitik
Anemia jenis ini terjadi akibat sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada pembentukannya di sumsum tulang. Contohnya pada penyakit sickle cell, talasemia, atau glucose-6 phosphate dehydrogenase deficiency.
Artikel lainnya: Kenali Perbedaan antara Anemia dan Tekanan Darah Rendah
5. Anemia Aplastik
Anemia jenis ini merupakan kondisi yang mengancam nyawa. Anemia aplastik terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup sel darah merah. Penyebab anemia jenis ini adalah infeksi, paparan zat kimia beracun, penyakit autoimun, atau pengunaan obat-obatan tertentu.
6. Anemia Penyakit Kronik
Kanker, HIV/AIDS, penyakit ginjal kronik, rheumatoid arthritis (RA), dan penyakit Chron dapat menyebabkan anemia jenis ini.
Karena ada banyak jenis anemia, maka penangannya pun bergantung dari penyebabnya. Mulai dari memperbaiki asupan nutrisi, pemberian suplemen, transfusi darah, obat-obatan, sampai dengan tindakan operasi. Konsultasikan dengan dokter bila Anda berisiko terkena anemia atau mengalami gejala anemia. Dokter akan menentukan terapi yang tepat, sesuai dengan latar belakang anemia yang Anda alami.
(NB/RH)
Artikel lainnya: Mengenal Anemia Sel Sabit Lebih Dekat