Obat Antibiotik

Cefaclor

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 06 Nov 2022

Ditinjau Oleh apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm

Merupakan antibiotik golongan Sefalosporin, Cefaclor digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Simak artikelnya, yuk!

Cefaclor

Cefaclor

Golongan

Obat keras

Kategori obat

Antibiotik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Bentuk obat

Kapsul dan sirup kering

Cefaclor untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori B:

Konsultasikan ke dokter jika Akan mengonsumsi Cefaclor saat hamil atau saat program hamil

Peringatan Menyusui

Konsultasikan ke dokter jika Akan mengonsumsi Cefaclor saat menyusui.


Merek Dagang

Forifek, Forifek forte, Cloracef, dan Capabiotic 500, Ceclor.

Pengertian

Cefaclor adalah antibiotik golongan cefalosporin. Antibiotik golongan ini banyak digunakan untuk mengatasi infeksi abdominal, saluran pernapasan, infeksi kulit dan struktur kulit, serta infeksi saluran kemih.

Obat ini bekerja dengan menghentikan dan menghambat pertumbuhan bakteri pemicu infeksi di dalam tubuh. 

Cefaclor tidak bisa digunakan pada infeksi virus, seperti influenza. Penggunaan antibiotik ini untuk mengatasi infeksi virus tak hanya tidak efektif, tapi juga membuat tubuh resisten terhadap infeksi di kemudian hari. 

Cefaclor tersedia dalam sediaan sirup, kaplet, dan kapsul. 

Keterangan 

  • Golongan: obat keras 
  • Kategori: antibiotik golongan cefalosporin
  • Kandungan: kapsul mengandung cefaclor 250mg dan 500mg; sirup mengandung Cefaclor 125 mg/5 ml dan 250 mg/5 ml
  • Kemasan: strip @10 kapsul; sirup 60 ml per botol
  • Farmasi: AGP Farma, Sanbe Farma
  • Harga Cefaclor: - (lebih banyak dijual dalam merek dagang Ceclor)

Kegunaan

Cefaclor digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi telinga
  • Infeksi di kandung kemih
  • Infeksi kulit
  • Infeksi saluran pernapasan

Artikel lainnya: Penyebab Telinga Keluar Cairan seperti Nanah

Dosis dan Aturan Pakai

Obat Cefaclor hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Berikut adalah anjuran dosisnya secara umum. 

Tujuan: mengatasi infeksi telinga, infeksi saluran napas, Infeksi jaringan lunak, infeksi kulit, infeksi saluran kemih

Bentuk: sirup dan kapsul 

  • Dewasa: 250 - 500 mg/8 jam. Maksimal adalah 4 gr/hari
  • Anak: berusia lebih dari 1 bulan sebanyak 20 - 40 mg/kg satu hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi. Dosis maksimal adalah 0,75 - 1,5 g per hari

Cara Menggunaan

  • Konsumsi obat Cefaclor sesuai dengan anjuran dosis dari dokter. Jangan mengurangi/melebihkan dosis agar tercapai efek terapi yang diinginkan
  • Untuk menghindari lupa, sebaiknya mengonsumsi obat di waktu yang sama setiap harinya
  • Jika Anda terlupa satu dosis, segera minum begitu teringat dan jika jarak dengan waktu minum berikutnya tidak terlalu dekat. Bila sudah dekat, lupakan dosis yang tertinggal
  • Meski keluhan Anda berkurang ataupun hilang, tetap konsumsi Cefaclor sesuai dengan resep. Jangan stop minum obat sekalipun keluhan sudah tak ada
  • Cefaclor tablet lebih baik diminum setelah makan. Untuk sediaan sirup, jangan lupa mengocok terlebih dahulu agar zat aktif merata di dalam sediaan

Cara Penyimpanan

Simpan obat ini pada suhu ruangan 20-25 derajat Celsius. Hindari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping

Adapun efek samping yang biasanya muncul saat mengonsumsi Cefaclor adalah:

  • Diare
  • Gangguan saluran cerna, seperti mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal

Artikel lainnya: Serupa Tapi Tak Sama, Apa Perbedaan ISPA dan Influenza?

Efek samping serius yang mungkin muncul dan Anda harus segera menghubungi dokter adalah:

  • Fases berdarah
  • Kram perut
  • Demam
  • Gangguan hati (kuku mata kuning)
  • Nyeri sendi
  • Tubuh terasa lemah
  • Urine gelap
  • Pingsan

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Cefaclor pada orang yang hipersensitif pada antibiotik golongan cefalosporin.

Interaksi Obat

  • Cefaclor dapat menurunkan keefektifan vaksin BCG serta vaksin tifoid jika diberikan dalam waktu bersamaan
  • Risiko terjadi efek samping yang lebih besar jika digunakan bersama probenecid, warfarin, estradiol
  • Risiko terjadinya kerusakan pada ginjal, jika digunakan bersamaan dengan antibiotik golongan aminoglikosida

Peringatan dan Perhatian

  • Sebaiknya Anda tidak mengonsumsi obat golongan Cefalosporin jika memiliki riwayat hipersensitif pada obat antiobiotik golongan ini. 
  • Informasikan dokter jika Anda memiliki riwayat:
  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Ginjal
  • Gangguan saluran cerna
  • Gangguan sendi dan otot lain
  • Informasikan dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini bersama dengan obat lain baik kimiawi maupun herbal
  • Beritahukan dokter jika Anda akan melakukan vaksinasi BCG dan tifoid sementara sedang mengonsumsi obat ini
  • Informasikan dokter jika Anda dalam keadaan hamil dan menyusui

Kategori Kehamilan 

Cefaclor masuk dalam kategori B untuk kehamilan.

Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Peringatan Kehamilan 

Informasikan dokter jika Anda harus mengonsumsi obat ini selama Anda hamil.

Peringatan Menyusui 

Cefaclor dapat terserap ke dalam ASI. Informasikan ke dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini saat menyusui.

Penyakit Terkait 

Rekomendasi Obat Sejenis

Jangan ketinggalan berita kesehatan lainnya. Unduh aplikasi KlikDokter sekarang!

[HNS]

Mims (2022). Cefaclor (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefaclor?mtype=generic)

Medlineplus (2022). Cefaclor (https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682729.html)