Obat Antibiotik

Corsamox

Klikdokter, 19 Nov 2020

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Corsamox merupakan antibiotik yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri, dan mengobati infeksi bakteri

Pengertian

Corsamox adalah antibiotik berbentuk kaplet dan sirup kering yang di produksi oleh Corsa Industries Ltd. Obat ini mengandung Amoxicillin trihydrate yang diindikasikan untuk mengobati infeksi pada saluran sistemik. Amoxicillin merupakan antibiotik golongan penicillin yang memiliki spektrum kerja sedang, serta aktif terhadap bakteri gram negatif dan bakteri gram positif. Corsamox bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri yang mengakibatkan bakteri hancur.

Keterangan

  1. Corsamox Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kategori: Antibiotik Penicillin
    • Kandungan: Amoxicillin trihydrate 500 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan:Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Corsa Industries Ltd
  2. Corsamox Sirup Kering
    • Golongan: Obat Keras
    • Kategori: Antibiotik Penicillin
    • Kandungan: Amoxicillin trihydrate 125 mg/ 5 mL
    • Bentuk: Sirup Kering
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Corsa Industries Ltd

Kegunaan

Corsamox diindikasikan untuk mengobati infeksi saluran kemih akut tanpa komplikasi, gonore tanpa komplikasi, infeksi H.pylori, infeksi saluran pernapasan yang parah atau berulang, aktinomikosis, infeksi saluran empedu, bronkitis, endokarditis, gastroenteritis, gonore, infeksi mulut, otitis media, radang paru-paru, gangguan limpa, demam tifoid dan paratifoid, infeksi saluran kemih, faringitis, dan tonsilitis.

Dosis & Cara Penggunaan

Corsamox termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa
    • Infeksi ringan-sedang: diminum 3 kali sehari dengan dosis 250 mg -750 mg
  • Anak:
    • Dosis 25-75 mg/kg berat badan per hari dalam 3-4 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Corsamox, antara lain:

  • Mual, muntah, diare.
  • Eosinofilia (jumlah eosinofil lebih tinggi dari normal), leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal), agranulositosis (sumsum tulang gagal membentukgranulosit).
  • Jarang, hiperaktif reversibel, rasa gelisah, kecemasan, insomnia, kebingungan, kejang-kejang, perubahan perilaku, pusing, perubahan warna gigi.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amoksisilin dan penisilin lain.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan.
  • Meningkatkan risiko reaksi alergi jika digunakan bersamaan dengan allopurinol.
  • Tingkat darah meningkat dan berkepanjangan jika digunakan bersamaan dengan probenecid.
  • Kloramfenikol, makrolida, sulfonamid, dan tetrasiklin dapat mengganggu efek bakterisida amoksisilin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Corsamox ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah dan diare.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dengan memantau keseimbangan air / elektrolit pasien. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.