Obat Antibiotik

Etamoxul

apt. Sinthiya Nur Azizah., S. Farm, 14 Mar 2023

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Etamoxul digunakan untuk membantu terapi pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Dapatkan informasi selengkapnya mengenai Etamoxul di sini.

Etamoxul

Etamoxul 

Golongan

Obat Keras

Kategori 

Antibiotik 

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak 

Bentuk Obat

kaplet, Suspensi

Etamoxul untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori D: Terdapat bukti positif adanya efek samping pada janin manusia. Namun, obat dapat diberikan apabila besar manfaat yang didapat daripada potensi risiko yang diberikan.

Peringatan Menyusui: Kandungan dalam Etamoxul  dapat terdistribusi ke dalam ASI. Konsultasikan pada dokter jika ingin menggunakan obat ini saat menyusui. 

Pengertian 

Etamoxul adalah antibiotik yang terbuat dari kombinasi antara Trimethoprim dan Sulfamethoxazole. Kombinasi kedua antibiotik ini akan bekerja menghentikan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan berbagai jenis infeksi. 

Etamoxul digunakan untuk membantu terapi pengobatan infeksi saluran nafas, Infeksi saluran pencernaan, saluran kemih kelamin, kulit dan septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut).

Berikut info lengkap seputar Trimethoprim. 

Artikel lainnya: Perbedaan Infeksi Ginjal dan Infeksi Saluran Kemih 

Keterangan 

1. Etamoxul Tablet

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Sulfamethoxazole 400 mg + Trimethoprim 80 mg; Sulfamethoxazole 800 mg + Trimethoprim 160 mg (Forte)
  • Kemasan: Dus, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: Errita Pharma
  • Harga Etamoxul tablet: Rp 2.500 – Rp 6.400 per strip

2. Etamoxul Suspensi

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Tiap 5 ml mengandung sulfamethoxazole 200 mg + trimethoprim 40 mg
  • Kemasan: Dus, botol @60 ml
  • Farmasi: Errita Pharma
  • Harga Etamoxul suspensi: Rp 4.800 – Rp 11.400 per botol

Kegunaan 

Etamoxul digunakan untuk terapi pengobatan infeksi terutama:

  • Infeksi saluran napas atas: otitis media akut (infeksi telinga bagian tengah) akibat Streptococcus pneumoniae ataupun Haemophilus influenzae
  • Infeksi saluran pencernaan: pencegahan traveller terkena diare akibat bakteri E. coli, sebagai alternatif antibiotik golongan kuinolon
  • Eksaserbasi akut bronchitis kronis (peningkatan frekuensi dan keparahan batuk) akibat pneumoniae atau H. Influenzae. Obat ini bisa jadi alternatif apabila obat golongan penicillin tak bisa digunakan
  • Infeksi saluran kemih: Cotrimoxazole juga bermanfaat bagi pengobatan infeksi saluran kemih akibat bakteri Klebsiella, E. coliMorganella morganii, EnterobacterProteus mirabilis, atau P. vulgaris
  • Brucellosis (infeksi dari hewan ke manusia) dan kolera: Cotrimoxazole juga antibiotik alternatif untuk pengobatan brucellosis pada pasien yang tidak dapat memakai obat tetrasiklin (seperti anak-anak)
  • Infeksi mikrobakteri: infeksi kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium marinum dapat juga menggunakan Cotrimoxazole

Dosis & Cara Penggunaan 

Etamoxul termasuk dalam golongan obat keras, hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter. Berikut dosis dan aturan penggunaan Etamoxul sesuai jenis infeksi

Tujuan: Bronkitis kronis akut, infeksi saluran kemih akut atau tanpa komplikasi, dan otitis media akut

Bentuk: Kaplet dan suspensi

  • Dewasa dan anak-anak >12 tahun: dosis 960 mg 2 kali sehari. Pada infeksi berat dosis 2.880 mg dalam 2 dosis terbagi.

Umumnya, pengobatan dilanjutkan sampai 5 hari. Pada pasien infeksi saluran kemih bawah akut tanpa komplikasi durasi pengobatan 1 – 3 hari.

  • Anak 6 minggu – 5 bulan: dosis 120 mg 2 kali sehari.
  • Anak 6 bulan – 5 tahun: dosis 240 mg 2 kali sehari.
  • Anak 6 – 12 tahun: dosis 480 mg 2 kali sehari.

Dosis standar anak-anak sekitar 30 mg sulfametoksazol dan 6 mg trimethoprim per kg berat badan per hari dalam 2 dosis terbagi. Umumnya pengobatan dilanjutkan sampai 5 hari.

Tujuan: Pneumocystis (carinii) jiroveci pneumonia

Bentuk: Kaplet dan suspensi

  • Dewasa dan anak >12 tahun: dosis 120 mg/kg BB per hari dalam 2 – 4 dosis terbagi selama 14 – 21 hari. 

Tujuan: Mencegah Pneumocystis (carinii) jiroveci pneumonia

Bentuk: Kaplet dan suspensi

  • Dewasa: dosis 960 mg diberikan 1 kali sehari selama 7 hari.
  • Dosis alternatif pertama: dosis 960 mg sekali sehari diberikan 3 kali seminggu pada hari-hari tertentu.
  • Dosis alternatif kedua: dosis 960 mg 2 kali sehari diberikan 3 kali seminggu pada hari-hari tertentu.
  • Anak-anak >12 tahun: dosis 960 mg diberikan 2 kali sehari 7 hari.
  • Dosis alternatif pertama: dosis 960 mg 2 kali sehari diberikan 3 kali seminggu pada hari-hari tertentu atau 960 mg 2 kali sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu.
  • Dosis alternatif kedua: dosis 1.920 mg sekali sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu.

Tujuan: Mencegah Pneumocystis (carinii) jiroveci pneumonia

Bentuk: Sirup

  • Bayi 6 minggu – 5 bulan: dosis 120 mg 2 kali sehari selama 7 hari.
  • Dosis alternatif pertama: dosis 120 mg sekali sehari diberikan 3 kali seminggu pada hari-hari tertentu atau 120 mg sekali sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu.
  • Dosis alternatif kedua: dosis 240 mg sekali sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu.
  • Anak-anak 6 bulan – 5 tahun: dosis 240 mg 2 kali sehari selama 7 hari
  • Dosis alternatif pertama: dosis 240 mg 2 kali sehari diberikan 3 kali seminggu pada hari-hari tertentu atau 240 mg 2 kali sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu.
  • Dosis alternatif kedua: dosis 480 mg sekali sehari sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu.
  • Anak-anak 6-12 tahun: dosis 480 mg 2 kali sehari selama 7 hari
  • Dosis alternatif pertama: dosis 480 2 kali sehari diberikan 3 kali seminggu pada hari-hari tertentu atau 480 mg 2 kali sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu.
  • Dosis alternatif kedua : dosis 960 mg sekali sehari sehari diberikan 3 hari berturut-turut dalam seminggu

Cara Penggunaan 

  • Gunakan Etamoxul sesuai instruksi dokter. Baca petunjuk pemakaian pada kemasan obat
  • Etamoxul dapat diberikan segera setelah makan agar penyerapan obat lebih baik dan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut. Minumlah Etamoxul kaplet dengan segelas air
  • Kocok botol kemasan suspensi agar zat obat merata. Gunakan sendok takar yang tersedia dalam kemasan
  • Jangan melebihkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk menghindari terjadinya efek samping atau efektivitas yang berkurang dari obat
  • Habiskan seluruh dosis obat yang diresepkan dokter meskipun merasa sudah lebih baik. Hal ini sangat penting untuk mencegah resistensi dan mencegah infeksi berulang. Jika gejala tidak membaik setelah menghabiskan obat, segera temui dokter\
  • Gunakan Etamoxul di jam yang sama setiap harinya
  • Tetap menggunakan Etamoxul sesuai yang diresepkan dokter, meski ada perubahan gejala
  • Berhenti mengonsumsi Etamoxul secara tiba-tiba akan meningkatkan risiko resistensi pada antibiotik ini
  • Jangan berbagi Etamoxul dengan orang lain, sekalipun mempunyai gejala yang sama
  • Disarankan untuk minum banyak air putih untuk menghindari efek samping kristaluria yang terjadi selama penggunaan Etamoxul

Artikel lainnya: Catat! Ini Komplikasi Bronkitis yang Perlu Diwaspadai 

Cara Penyimpanan

Simpan Etamoxul pada suhu antara 15 – 30 derajat Celcius, di tempat yang kering, dan terhindar dari cahaya matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping 

Efek samping yang bisa saja terjadi dalam penggunaan antibiotik Etamoxul adalah:

  • Gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut, diare 
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, sindrom Steven-Johnson
  • Nyeri otot dan sendi
  • Gangguan sistem saraf pusat seperti sakit kepala, depresi, konvulsi (kejang)
  • Fotosensitivitas

Overdosis

Penggunaan dosis berlebihan akan meningkatkan atau memperburuk risiko efek samping seperti mual, muntah, sakit kepala, lemas, mengantuk, disuria (anyang-anyangan), kebingungan, pembengkakan wajah, depresi sumsum tulang.

Segera pergi ke pelayanan medis terdekat apabila efek samping semakin memburuk atau tak kunjung membaik. Penanganan kegawatdaruratan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi

  • Hindari penggunaan apabila memiliki kondisi:
  • Hipersensitif terhadap salah satu kandungan dari Etamoxul
  • Usia dibawah 6 minggu, kecuali untuk pengobatan pencegahan Pneumocystis jirovecii pada bayi 4 minggu
  • Riwayat trombositopenia akibat penggunaan Cotrimoxazole
  • Porfiria akut
  • Anemia megaloblastik karena defisiensi folat
  • Gangguan fungsi hati yang parah
  • Gangguan ginjal yang berat 
  • Pemberian bersama dengan dofetilide secara intravena

Interaksi Obat 

Informasikan pada dokter mengenai semua obat yang sedang dikonsumsi. Beberapa obat yang diberikan bersama dengan Etamoxul dapat menurunkan efektifitas atau meningkatkan toksisitas. Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan bersama Trimethoprim:  

  • Meningkatkan risiko hiperkalemia apabila diberikan bersama diuretik, suplemen yang mengandung kalium, obat hipertensi ace inhibitor seperti captopril
  • Meningkatkan konsentrasi serum bersama heparin, phenytoin, digoxin, lamivudine
  • Meningkatkan risiko defisiensi asam folat bersama obat anti kejang
  • Meningkatkan risiko kerusakan ginjal bersama ciclosporin 
  • Meningkatkan risiko perdarahan bersama warfarin atau kumarin
  • Menurunkan konsentrasi serum bersama rifampicin

List di atas mungkin tidak memuat semua obat yang berinteraksi dengan Etamoxul. Maka diingatkan untuk menginformasikan pada dokter semua obat, baik obat kimiawi, herbal atau vitamin yang sedang atau akan dikonsumsi. 

Tidak semua obat berinteraksi dengan Etamoxul, namun terapi tetap disesuaikan tergantung kondisi pasien. 

Peringatan dan Perhatian  

  • Sebaiknya tidak menggunakan Etamoxul jika memiliki riwayat Hipersensitif pada salah satu kandungan Etamoxul
  • Ikuti semua saran dan instruksi dokter, baca petunjuk dan anjuran yang terdapat pada kemasan
  • Informasikan pada dokter riwayat penyakit yang sedang atau pernah diderita, terutama:
  1. Risiko hiperkalemia
  2. Diabetes melitus tidak terkontrol
  3. Porfiria akut
  4. Gangguan hati dan ginjal
  5. Gangguan darah termasuk anemia
  6. Defisiensi G6PD
  7. Asma bronkial
  • Informasikan pada dokter mengenai kondisi kesehatan, apakah sedang hamil, persiapan kehamilan atau menyusui, hal ini akan menjadi pertimbangan untuk menghindari efek samping atau efek-efek yang tidak diinginkan lainnya.

Artikel lainnya: Telinga Tiba-Tiba Tak Bisa Mendengar, Jangan-Jangan Otitis Media Akut

Kategori Kehamilan

Kategori D. Studi menunjukkan efek buruk pada janin manusia (teratogenik atau embriosidal atau lainnya). Namun obat dapat diberikan apabila manfaat yang didapat lebih besar daripada potensi risiko yang akan didapat.

Peringatan Kehamilan

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Peringatan Menyusui

Kandungan dalam Etamoxul dapat terdistribusi ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter jika akan mengonsumsi obat ini saat sedang menyusui

Penyakit Terkait 

Rekomendasi Obat Sejenis 

Jangan tunggu sakit. Manfaatkan layanan konsultasi kesehatan langsung dengan dokter di fitur Tanya Dokter online. Yuk, sama-sama #JagaSehatmu.

[LUF] 

Gunawan SG dkk (2016) Farmakologi dan Terapi edisi 6. Badan Penerbit FKUI

MIMS Indonesia (2022) Sulfamethoxazole + Trimethoprim 

PIONAS BPOM (2022) Kotrimoksazol