Obat Antibiotik

Infatrim

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 09 Mar 2023

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Infatrim adalah obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi akibat bakteri. Apa kandungan Infatrim dan bagaimana cara penggunaannya? Simak di sini.

Infatrim

Infatrim

Golongan

Obat Keras

Kategori 

Antibiotik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak

Bentuk Obat

Kaplet dan Sirup

Infatrim untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Menyusui: Konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Infatrim saat menyusui.

Pengertian 

Untuk mengatasi infeksi, dokter umumnya akan memberikan antibiotik. Namun, untuk beberapa penyakit, antibiotik tunggal tidak selalu cukup. Pada kasus tersebut, pemberian obat kombinasi dua antibiotik, seperti Infatrim, bisa dilakukan.

Infatrim adalah obat yang mengandung trimethoprim dan sulfamethoxazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri. 

Trimethoprim merupakan bakterisida (zat yang dapat membunuh bakteri), sedangkan sulfamethoxazole digolongkan sebagai bakteriostatik (senyawa antibakteri sehingga pertumbuhan dan perkembangan bakteri bersifat tetap).

Apabila kamu diresepkan obat Infatrim, simak dulu informasi lengkapnya di sini.

Keterangan 

1. Infatrim Sirup

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas terapi: Antibiotik
  • Kandungan: tiap 5 ml mengandung trimethoprim 40 mg, sulfamethoxazole 200 mg.
  • Kemasan: Botol @60 ml
  • Farmasi: Molex Ayus
  • Harga Infatrim sirup: Rp8.000 - 17.000/botol

2. Infatrim Tablet

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Trimethoprim 80 mg, sulfamethoxazole 400 mg
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 tablet
  • Farmasi: Molex Ayus
  • Harga Infatrim tablet:  Rp4.000 - 13.000/strip

3. Infatrim Forte

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Trimethoprim 160 mg, sulfamethoxazole 800 mg
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: Molex Ayus
  • Harga Infatrim Forte: Rp6.000 - 16.000/strip

Artikel lainnya: Serupa Tapi Tak Sama, Apa Perbedaan ISPA dan Influenza? 

Kegunaan 

Manfaat Infatrim untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri. Berikut penggunaan Infatrim sesuai indikasi, seperti:

Dosis dan Aturan Pakai 

Penggunaan dosis Infatrim disesuaikan dengan jenis infeksi dan bagaimana kondisi pasien. Dosis penggunaannya harus diresepkan dokter.

Adapun dosis Infatrim secara umum adalah sebagai berikut.

Tujuan: Bronkitis kronis eksaserbasi akut, ISK, otitis media akut

Bentuk: Tablet, sirup, kaplet forte

  • Diberikan 960 mg, 2 kali sehari.

Tujuan: Infeksi berat

Bentuk: Tablet, sirup, kaplet forte

  • Pemberian dosis 2,88 gram per hari, yang terbagi menjadi dua dosis.

Tujuan: Pneumocystis jiroveci pneumonia

Bentuk: Tablet, sirup, kaplet forte 

  • Pemberian dosis 120 mg/kg BB per hari, yang terbagi menjadi 2-4 dosis.

Tujuan: Profilaksis pneumocystis jiroveci pneumonia

Bentuk: Tablet, sirup, kaplet forte 

  • Diberikan dosis 960 mg per hari selama 7 hari; 960 mg per hari 3 kali seminggu dengan hari bergantian; atau 960 mg 2 kali seminggu.

Cara Menggunakan 

  • Konsumsi antibiotik Infatrim sesuai dengan anjuran dokter 
  • Jangan mengurangi ataupun melebihkan dosis agar tercapai efek terapi yang diharapkan dan terhindari dari risiko peningkatan efek samping obat
  • Untuk menghindari lupa mengonsumsi obat, sebaiknya Infatrim diminum di waktu yang sama setiap harinya
  • Jika terlupa satu dosis, segera minum jika jeda dengan waktu minum berikutnya masih panjang. Namun, lupakan dosis yang terlewat jika jeda dengan jam berikutnya sudah dekat. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu
  • Ketika keluhan sudah berkurang atau hilang, tetaplah mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran, atau jangan menghentikannya sekalipun keluhan sudah tidak ada atau tanpa sepengetahuan dokter
  • Antibiotik lebih baik diminum setelah makan. Untuk sediaan sirup, jangan lupa mengocok terlebih dahulu agar zat aktif merata di dalam sediaan

Artikel lainnya: Perbedaan Infeksi Ginjal dan Infeksi Saluran Kemih 

Cara Penyimpanan

Simpan Infatrim pada suhu 15-30 derajat Celsius, di lingkungan yang sejuk, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Efek Samping 

Efek samping Infatrim bisa berbeda antara satu pengguna dengan lainnya. Efek samping tersebut dapat berupa:

Overdosis

Penggunaan Infatrim yang melebihi dosis dapat menyebabkan gejala-gejala berikut:

  • Ruam kulit
  • Pusing
  • Lemas
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Wajah bengkak
  • Sedikit peningkatan serum aminotransferase
  • Depresi sumsum tulang

Kontraindikasi

Jangan memberikan Infatrim pada orang dengan kondisi berikut:

  • Riwayat penurunan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati yang berat
  • Porfiria

Interaksi Obat 

Infatrim sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan berikut:

  • ACE inhibitor seperti lisinopril, captopril, enalapril, dan ACE inhibitor lainnya, dapat berpotensi memicu hiperkalemia
  • Obat-obat antiaritmia, dapat meningkatkan risiko aritmia ventrikel pada pasien yang menggunakan amiodarone
  • Kalium aminobenzoate, dapat menghambat efek obat-obat golongan sulfonamide
  • Obat-obat diuretik, terutama golongan thiazide, dapat meningkatkan potensi terjadinya penurunan kadar trombosit, terutama untuk pasien lansia

Beritahu dokter obat-obatan yang sedang kamu konsumsi untuk menghindari risiko interaksi obat.

Artikel lainnya: Selain Sakit Perut, Ini Tanda Pencernaan Anda Bermasalah 

Peringatan dan Perhatian 

  • Informasikan ke dokter jika kamu memiliki riwayat:
  1. Penyakit ginjal
  2. Penyakit hati
  3. Porfiria
  4. Penyakit tiroid
  5. HIV/AIDS
  6. Malnutrisi
  7. Gangguan elektrolit
  8. Asma
  • Informasikan juga ke dokter jika kamu dalam kondisi:
  1. Kadar asam folat yang rendah
  2. Anemia
  3. Trombositopenia
  4. Defisiensi G6PD
  • Informasikan dokter tentang obat-obatan yang sedang kamu konsumsi saat ini, baik obat resep ataupun non-resep, suplemen, maupun herbal
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung dalam jangka waktu yang lama saat kamu menjalani pengobatan dengan kandungan trimetoprim. Senyawa ini menyebabkan kulit lebih sensitif. Gunakan tabir surya dan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan
  • Informasikan dokter jika kamu berencana menjalani vaksinasi menggunakan vaksin hidup selama menjalani pengobatan dengan trimethoprim

Kategori Kehamilan 

Infatrim masuk dalam kategori C untuk ibu hamil.

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin. Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Peringatan Kehamilan

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin. Informasikan ke dokter jika kamu akan menggunakan obat ini saat hamil.

Peringatan Menyusui

Belum ada informasikan apakah obat dapat terserap ke dalam ASI. Informasikan ke dokter jika kamu akan mengonsumsi antibiotik ini saat menyusui.

Penyakit Terkait 

  • Infeksi saluran nafas
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Infeksi saluran kemih 
  • Infeksi kelamin dan kulit

Rekomendasi Obat Sejenis 

Manfaatkan layanan konsultasi dengan dokter di Tanya Dokter. Jangan tunggu sakit, ya. #JagaSehatmu setiap hari.

[HNS]

ISO Farmakoterapi 2 (2013).Kotrimoksazol

ISO Indonesia (2018). Infartrim

MIMS Indonesia (2021). Sulfamethoxazole + Trimethoprim (https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfamethoxazole%20+%20trimethoprim