Obat Antibiotik

Trichodazol

apt. Yasmin Azhar, S.Farm, 11 Okt 2023

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Trichodazol adalah obat antibiotik yang mengandung metronidazole dan digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Trichodazol tersedia dalam bentuk tablet salut selaput, infus, dan suppositoria.

Trichodazol

Trichodazol

Golongan

Obat Keras

Kategori obat

Antibiotik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak-anak

Bentuk obat

Tablet salut selaput, infus, dan suppositoria

Trichodazol untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori B: Studi klinis pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin, namun studi terkontrol pada ibu hamil belum tersedia. 


Peringatan Menyusui: Trichodazol dapat terekskresi keluar melalui air susu ibu dengan jumlah yang sebanding dengan kadar terapeutik bayi. Sebaiknya jangan menggunakan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Pengertian Trichodazol

Trichodazol adalah obat antibiotik yang mengandung zat aktif metronidazole. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri maupun parasit, seperti infeksi Trichomonas vaginalis,H. Pylori, atau Entamoebae histolytica.

Cara kerja Trichodazol, yakni menghambat protein bakteri maupun parasit agar tidak tumbuh dan berkembang. Selain itu, obat ini juga bermanfaat untuk mengobati infeksi bakteri anaerobik (dapat hidup tanpa udara) dan mencegah infeksi pascabedah. 

Manfaat lain dari obat Trichodazol adalah untuk mengatasi infeksi pada sistem reproduksi wanita, seperti bakterial vaginosis yang menyebabkan keputihan.

Kamu bisa menemukan obat ini dalam sediaan tablet salut selaput, suppositoria, dan infus. Tidak hanya itu, obat ini juga tersedia dalam bentuk ovula dengan merek dagang Trichodazol Plus dan mengandung zat aktif tambahan nistatin. 

Artikel Lainnya: Catat, Ini Tanda dan Gejala Trikomoniasis Pada Pria dan Wanita!

Keterangan Obat Trichodazol

1. Trichodazol Tablet Salut Selaput

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: antibiotik
  • Kandungan Trichodazol: metronidazole 500 mg
  • Kemasan : dus, 10 strip @10 tablet salut selaput
  • Produksi: Sanbe Farma
  • Harga Trichodazol tablet salut selaput : Rp 21.400 - 40.500/strip

2. Trichodazol Suppositoria

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: antibiotik
  • Kandungan: metronidazole 1000 mg
  • Kemasan : dus, 1 strip @6 suppositoria
  • Produksi: Sanbe Farma
  • Harga Trichodazol tablet salut selaput : Rp 26.000 - 30.000/strip

3. Trichodazol Infus 

  • Golongan: obat keras
  • Kelas terapi: antibiotik
  • Kandungan: metronidazole 500 mg
  • Kemasan :Softbag @100 ml single port dengan overwrap 
  • Produksi: Sanbe Farma
  • Harga Trichodazol tablet salut selaput : Rp 60.000 - 150.000/softbag

Kegunaan Trichodazol

Konsumsi Tricodazol bertujuan untuk mengatasi berbagai kondisi berikut:

Selain itu, Trichodazol infus juga diresepkan sebagai pencegahan infeksi selama masa pembedahan. 

Dosis dan Aturan Pakai Trichodazol

Trichodazol tergolong obat keras yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Berikut adalah aturan minum dan dosis penggunaan Trichodazol secara umum:

Tujuan: Infeksi H. Pylori

Bentuk: Trichodazol tablet salut selaput

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: dalam bentuk terapi kombinasi dengan obat golongan pompa Proton inhibitor (PPI). Sosis 400 mg 2 kali sehari dalam selang waktu 7 sampai 14 hari.
  • Anak: dalam bentuk terapi kombinasi dengan antibiotik lainnya dan obat golongan pompa Proton inhibitor (PPI), dosis 20 mg/kg setiap hari diberikan selama 7 sampai 14 hari.

Tujuan: Infeksi trikomoniasis

Bentuk: Trichodazol tablet salut selaput

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: dosis awal diberikan 2 g dalam sehari atau 500 mg diberikan dua kali sehari selama 7 hari.
  • Infeksi berulang: dosis 500 mg diberikan dua kali sehari selama 7 hari.

Tujuan: Infeksi intra-abdomen

Bentuk: Trichodazol tablet salut selaput dan infus

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 500 mg diberikan setiap 8 jam sehari selama 4-7 hari.

Tujuan: Infeksi bakterial vaginosis, seperti keluhan keputihan

Bentuk: Trichodazol tablet salut selaput

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 500 mg diberikan dua kali sehari selama 7 hari.

Tujuan: Infeksi amebiasis

Bentuk: Trichodazol tablet salut selaput 

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 500 mg hingga 750 mg diberikan setiap 8 jam sehari selama 7-10 hari.

Tujuan: Pencegahan infeksi anus pascaoperasi 

Bentuk: Trichodazol suppositoria

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 1 g 2 jam sebelum operasi, diulangi setiap 8 jam.

Tujuan: Infeksi bakteri anaerobik 

Bentuk: Trichodazol suppositoria

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 1 g setiap 8 jam selama 3 hari, lalu kurangi menjadi 12 jam jika perlu dilanjutkan lebih dari 3 hari.
  • Anak usia kurang 1 tahun: 125 mg diberikan setiap 8 jam selama 3 hari.
  • Anak usia 1-5 tahun: 250 mg diberikan setiap 8 jam selama 3 hari.
  • Anak usia 5-10 tahun: 500 mg diberikan setiap 8 jam selama 3 hari.

Tujuan: Infeksi bakteri anaerobik

Bentuk: Trichodazol infus

Dosis yang direkomendasikan:

  • Dewasa: 500 mg setiap 8 jam melalui infus dengan kecepatan 5 mL/menit selama 20-60 menit biasanya selama sekitar 7 hari.
  • Bayi usia 8 minggu: 15 mg/kg diberikan satu kali sehari atau dibagi menjadi 7,5 mg/kg setiap 12 jam.
  • Bayi usia di atas 8 minggu hingga anak usia 12 tahun : 20-30 mg/kg sebagai dosis tunggal atau dibagi menjadi 7,5 mg/kg setiap 8 jam.

Cara Menggunakan Trichodazol

Gunakan Trichodazol sesuai dengan anjuran dan resep dokter agar fungsi obat optimal. Baca juga petunjuk pemakaian pada kemasan obat.

Berikut adalah aturan pakai Trichodazol yang perlu kamu patuhi:

Trichodazol tablet salut selaput

  • Trichodazol tablet dapat diminum bersamaan dengan makanan dan segelas air putih. Namun disarankan obat diminum pada saat perut kosong, setidaknya satu jam sebelum makan.
  • Konsumsi obat secara teratur pada waktu yang sama.
  • Apabila lupa melewatkan dosis, segera minum obat jika jeda waktu minum obat berikutnya masih lama. Namun abaikan jika jeda waktu sudah dekat. Jangan mengadakan dosis pada waktu yang bersamaan.

Trichodazol suppositoria

  • Sebelum dan sesudah menggunakan obat bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Atur posisi tubuh berbaring menyamping dengan kaki bawah diluruskan. Sementara kaki bagian atas ditekuk ke arah perut, lalu angkat bagian atas pantat untuk menjangkau daerah anus.
  • Obat dapat dimasukan perlahan dengan cara ditekan dan ditahan dengan jari telunjuk sampai betul-betul masuk ke bagian dalam anus.
  • Setelah obat dirasa masuk pertahankan posisi berbaring menyamping dengan kedua kaki menutup selama kurang lebih 5 menit

Trichodazol infus

  • Trichodazol dalam bentuk infus hanya boleh diberikan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.
  • Segera temui dokter apabila gejala tidak membaik atau mengalami perburukan.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa konsultasi kepada dokter.

Cara Penyimpanan

Simpan obat Trichodazol dalam bentuk sediaan tablet salut selaput dan infus pada suhu 20-25° Celcius, pada tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Sementara Trichodazol dalam bentuk suppositoria dapat disimpan pada suhu 2-8°Celcius pada lemari pendingin. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Penggunaan Trichodazol yang belum dibuka dari kemasan primernya hingga batas waktu pada kadaluarsa berakhir. 

Artikel Lainnya: Jangan Sampai Kambuh, Ini Obat dan Aturan Perawatan Trikomoniasis

Efek Samping Trichodazol 

Beberapa efek samping yang umum terjadi dan tidak memerlukan perhatian medis setelah penggunaan trichodazol, di antaranya:

Beberapa gejala lain juga dapat ditimbulkan dari penggunaan obat ini dan memerlukan perhatian dari dokter. Berikut gejala yang perlu diwaspadai:

Overdosis

Apabila digunakan berlebihan, overdosis Trichodazol bisa memicu gejala, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Berkurangnya koordinasi otot
  • Sensasi nyeri rasa terbakar dan kesemutan pada tangan dan kaki
  • Kejang

Segera hubungi bantuan tim medis darurat ke nomor 112/119 apabila ditemukan gejala-gejala di atas. Atau, segeralah ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat.

Interaksi Obat Trichodazol dengan Obat Lain

Obat Trichodazol dapat menimbulkan reaksi interaksi obat jika dikonsumsi bersamaan dengan zat aktif lainnya, seperti: 

  • Penggunaan bersama obat yang mengandung disulfiram dapat menyebabkan efek samping yang serius. 
  • Sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol selama masa pengobatan hingga 3 hari setelah terapi Trichodazol diberikan. Alasannya, karena beberapa pasien mengalami reaksi disulfiram setelah penggunaan bersama seperti mual, muntah, takikardia dan jantung berdebar.
  • Penggunaan bersamaan dengan tipranavir, trimethoprim-sulfamethoxazole injeksi, serta obat batuk dan pilek akan memunculkan reaksi disulfiram.

Peringatan dan Perhatian

Obat Trichodazol termasuk kedalam golongan obat keras, ini berarti obat hanya didapatkan melalui resep dokter dan penggunaannya dalam pengawasan dokter.

Trichodazol termasuk salah satu obat yang dilengkapi dengan peringatan kotak hitam. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan obat bersifat karsinogenik pada uji coba klinis pada hewan.

Tidak direkomendasikan mengkonsumsi alkohol ataupun produk yang mengandung protein glikol selama masa pengobatan hingga 3 hari setelah terapi selesai.

Penggunaan obat Trichodazol dalam jangka panjang dan secara terus-menerus dapat berpotensi menyebabkan gangguan neurologis yang serius. Apabila ditemukan gejala neurologis yang abnormal penting untuk segera berkonsultasi pada dokter.

Obat berpotensi menyebabkan masalah hati serius, terutama diberikan pada penderita Sindrom Cockayne.

Trichodazol dapat menyebabkan mulut kering dan sensasi logam yang tidak enak pada lidah ataupun terjadi perubahan rasa. Hal ini dapat diatasi dengan mengonsumsi permen gula. Namun, segera konsultasikan kepada dokter apabila keluhan tersebut tidak berkurang selama dua minggu. 

Kontraindikasi Trichodazol

Selain itu, perhatikan juga adanya kontraindikasi. Orang-orang dengan kondisi berikut tidak disarankan menggunakan Trichodazol:

  • Mengalami reaksi hipersensitivitas pada salah satu kandungan dari obat trichodazol.
  • Mengonsumsi alkohol selama pengobatan.
  • Wanita hamil pada trimester pertama.
  • Penerima terapi obat disulfiram dalam 2 minggu terakhir.

Artikel Lainnya: 5 Kunci Efektif Mencegah Penularan Trikomoniasis

Kategori Kehamilan dan menyusui

Obat dengan kandungan metronidazole, seperti Trichodazol masuk dalam kategori B untuk keamanan ibu hamil. Ini artinya, studi klinis pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin namun studi terkontrol pada ibu hamil belum tersedia.

Trichodazol cukup aman dikonsumsi oleh ibu hamil, tetapi penggunaanya harus dalam pengawasan dokter (didasari diagnosa dan pertimbangan oleh dokter).

Selain itu, obat Trichodazol dapat tersalur melalui ASI dan sebanding konsentrasi terapeutik pada bayi. Untuk mengurangi resiko efek samping pada bayi, sebaiknya konsultasi lebih dahulu dengan dokter. 

Penyakit Terkait 

Rekomendasi Obat Sejenis Trichodazol

Ingin tahu lebih banyak informasi seputar #JagaSehatmu? Yuk, download aplikasi KlikDokter! Jangan lupa, gunakan fitur Tanya Dokter untuk konsultasi dengan dokter lebih mudah dan cepat.

(APR)

Uretritis
Giardiasis
Vaginitis
  • Cek BPOM.25 September 2023. Trichodazol
  • Medline Plus.25 September 2023. Metronidazole (overdose)
  • NCBI.25 September 2023. Metronidazole 
  • Mayo Clinic.25 September 2023. Metronidazole
  • FDA.25 September 2023. Flagyl (Metronidazole)
  • FDA.25 September 2023. Metronidazole Tablet USP,250 mg