Masalah Mental

Dermatillomania

dr. Marsita Ayu Lestari, 05 Sep 2023

Ditinjau Oleh

Dermatillomania adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan dorongan berulang untuk mengelupasi kulit sendiri, tanpa penyakit kulit yang mendasari.

Dermatillomania

Dermatillomania

Dokter Spesialis

Spesialis kedokteran jiwa (psikiater)

Gejala 

Perilaku mengelupas kulit yang repetitif, seperti menggaruk, menggosok, atau mencabut kulit sendiri; Bagian tubuh yang umumnya terkena adalah wajah, jari, tangan, dan telapak kaki; Perilaku mengelupas kulit tidak dipengaruhi oleh kondisi medis yang lain, seperti kudis; Berdampak negatif terhadap pekerjaan dan kehidupan sosial; Perilaku bersifat kronis/jangka panjang

Faktor Risiko

Semua usia, terutama remaja/pubertas, stress, cemas, depresi, emosi lainnya seperti bosan, ketakutan, rasa bersalah, kekhawatiran, dan kemarahan

Diagnosis 

Wawancara dan pemeriksaan psikiatri

Pengobatan 

Terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy), terapi penerimaan dan komitmen, terapi obat

Obat

Antidepresan, antikonvulsan, N-acetylcysteine

Komplikasi

Luka disertai kehilangan darah, septikemia

Kapan harus ke dokter?

Terdapat gejala dan tanda dermatillomania

 

Pengertian Dermatillomania

Dermatillomania adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan dorongan berulang untuk mengelupasi kulit sendiri, tanpa penyakit kulit yang mendasari. Penyakit dermatillomania ini dikenal dengan istilah skin picking disorder atau excoriation disorder.

Kondisi ini biasanya bersifat kronis dan menyebabkan kerusakan jaringan. Bila gangguan dermatillomania ini tidak diobati, maka dapat mengakibatkan keropeng dan luka kulit yang disertai infeksi. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman tentang gejala penyebab dermatillomania dan cara mengatasi dermatillomania.

Penyebab Dermatillomania

Penyebab dermatillomania belum diketahui secara pasti. Namun, diduga faktor genetik dan neurobiologi berperan pada kondisi ini. Penelitian melaporkan bahwa penderita gangguan dermatillomania memiliki polimorfisme yang tinggi terkait penurunan fungsi protein SAPAP3.

Artikel Lainnya: Dermatilomania, Kondisi Sulit Berhenti Mengelupasi Kulit Sendiri

Gejala Dermatillomania

Dermatillomania merupakan obsessive compulsive disorder (OCD). Adapun gejala dan tanda dermatillomania, yaitu:

  • Perilaku mengelupasi kulit yang repetitif, seperti menggaruk, menggosok, atau mencabut kulit sendiri
  • Bagian tubuh yang umumnya terkena adalah wajah, jari, tangan, dan telapak kaki
  • Perilaku mengelupas kulit tidak dipengaruhi oleh kondisi medis yang lain, seperti kudis
  • Berdampak negatif terhadap pekerjaan dan kehidupan sosial
  • Perilaku bersifat kronis/jangka panjang

Artikel Lainnya: Hati-hati, Bibir Kering Memicu Sariawan

Faktor Risiko Dermatillomania

Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seseorang rentan mengalami dermatillomania, yaitu:

  • Semua usia, terutama remaja/pubertas
  • Stress
  • Cemas
  • Depresi
  • Emosi lainnya, seperti bosan, ketakutan, rasa bersalah, kekhawatiran, dan kemarahan

Artikel Lainnya: Masalah Kulit yang Sering Dialami Remaja

Diagnosis Dermatillomania

Bila kamu memiliki gejala dan tanda dermatillomania, sangat dianjurkan untuk berobat ke dokter. Diagnosis dermatillomania umumnya ditentukan dari hasil wawancara dan pemeriksaan psikiatri oleh dokter.

Beberapa penelitian memperkenalkan dermatillomania test, seperti Skin Picking Scale (SPS), Skin Picking Impact Scale (SPIS), dan lain-lain. Meski demikian, diagnosis dermatillomania ditentukan oleh dokter.

Pengobatan Dermatillomania

Dokter akan mempertimbangkan pemberian terapi sebagai cara mengatasi dermatillomania, seperti:

1. Terapi perilaku kognitif (cognitive behavior therapy)

Terapi ini melibatkan kesadaran tentang dorongan memilih dan situasi memilih, mengenali pencetus gangguan, dan modifikasi keadaan fisik. Modifikasi keadaan fisik, seperti memakai sarung tangan atau plester di sekitar jari, dan memotong kuku.

2. Terapi penerimaan dan komitmen

Terapi ini berfokus pada pengembangan dan sikap menerima terhadap pikiran, perasaan, atau dorongan. 

3. Terapi obat

Terapi obat seperti antidepresan, antikonvulsan, N-acetylcysteine (NAC), dan lain-lain.

Artikel Lainnya: Mengenal Terapi Perilaku Kognitif Beserta Manfaatnya

Pencegahan Dermatillomania

Penyebab penyakit dermatillomania diduga berhubungan dengan faktor genetik dan neurobiologi. Belum ada strategi yang sepenuhnya efektif untuk mencegah kondisi ini. Penanganan yang tepat dapat mencegah gejala untuk muncul kembali.

Berikut beberapa cara untuk membantu mengatasi dermatillomania:

1. Kenali pemicu

Bila pemicunya adalah stres atau kecemasan, sebaiknya kamu berkonsultasi ke dokter.

2. Kontrol stimulus

Kontrol stimulus dapat dilakukan dengan cara menjaga kuku agar tetap pendek, memakai sarung tangan, dan sebagainya.

Komplikasi Dermatillomania

Komplikasi dermatillomania, yaitu:

  • Luka disertai kehilangan darah
  • Kondisi serius yang disebabkan oleh infeksi (septikemia)

Obat Terkait Dermatillomania

  • Antidepresan: Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)
  • Antikonvulsan
  • N-acetylcysteine (NAC)

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri kamu ke dokter bila merasakan gejala dan tanda yang telah dijelaskan. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi dermatillomania, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.

[LUF]

  1. Ravipati P, Conti B, Chiesa E, Andrieux K. Dermatillomania: Strategies for Developing Protective Biomaterials/Cloth. Pharmaceutics. 2021. 
  2. Malayala SV, Rehman H, Vasireddy D. Dermatillomania: A Case Report and Literature Review. Cureus. 2021. 
  3. Grant JE, Chamberlain SR. Prevalence of skin picking (excoriation) disorder. J Psychiatr Res. 2020. 
  4. Grant JE, Odlaug BL, Chamberlain SR, Keuthen NJ, Lochner C, Stein DJ. Treatment in Psychiatry: Skin Picking Disorder. Am J Psychiatry. 2012.
  5. Kelpin S, Bogucki O, Sawchuk C. What are body-focused repetitive behaviors and how are they treated? Mayo Clinic. 2021. https://communityhealth.mayoclinic.org/featured-stories/body-focused-repetitive-behaviors  Accessed 13 June 2023.
  6. Eskeland SO, Moen E, Meland KJ, Andersen A, Hummelen B. Skin picking disorder. Tidsskr Nor Laegeforen. 2021. 
  7. Khatib HA, Alghamdi WA, Subki AH, Butt NS, Alsallum MS, Alsulaimani AS, et al. Prevalence of and Risk Factors for Skin Picking Disorder Symptoms Among Adults in an Arab Middle Eastern Population: A Cross-Sectional Study. Clin Cosmet Investig Dermatol. 2022. 
  8. Stargell NA, Kress VE, Paylo MJ, Zins A. Excoriation Disorder: Assessment, Diagnosis and Treatment. The Professional Counselor. 2016.  https://tpcjournal.nbcc.org/excoriation-disorder-assessment-diagnosis-and-treatment/ Accessed 13 June 2023.
  9. Zakhary L. Picking your skin? Learn four tips to break the habit. Harvard Health Blog. 2021. 
  10. https://www.health.harvard.edu/blog/picking-your-skin-learn-four-tips-to-break-the-habit-2018112815447  Accessed 13 June 2023.