Masalah Mental

Gangguan Somatoform

dr. Marsita Ayu Lestari, 04 Sep 2023

Ditinjau Oleh

Merasa sering nyeri kepala, nyeri dada, dan kelelahan, tapi saat pemeriksaan dinyatakan normal? Mungkin kamu terkena somatoform. Ketahui penyebab, gejala dan pengobatannya.

Gangguan Somatoform

Gangguan Somatoform

Dokter Spesialis

Spesialis kedokteran jiwa

Gejala 

Nyeri kepala, nyeri perut, nyeri punggung, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri dada, mual, sembelit, diare, pusing, pingsan, jantung berdebar, sesak napas, kelelahan

Faktor Risiko

Usia >50 tahun, gangguan cemas, depresi, status sosial ekonomi yang rendah, tingkat pendidikan yang rendah, mengonsumsi alkohol, merokok

Diagnosis 

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (bila perlu), pemeriksaan psikiatri

Pengobatan 

Psikoterapi, terapi obat

Obat

Bergantung penyakit, seperti anti-depresan

Komplikasi

Gangguan cemas, depresi, risiko bunuh diri terkait depresi

Kapan harus ke dokter?

Terdapat faktor risiko dan gejala

Pengertian Gangguan Somatoform

Gangguan somatoform merupakan gangguan mental yang ditandai dengan keluhan fisik, seperti nyeri kepala, nyeri dada, dan kelelahan, yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun, semua hasil pemeriksaan dokter pada penderita ini menunjukkan hasil yang normal.

Jenis Gangguan Somatoform

Terdapat beberapa jenis gangguan somatoform, yaitu:

1. Gangguan somatisasi

Gangguan somatisasi ditandai dengan munculnya berbagai keluhan fisik pada banyak sistem organ.

2. Hipokondriasis

Hipokondriasis ditandai dengan kepercayaan bahwa penderita mengidap penyakit tertentu, seperti meyakini bahwa dirinya mengalami kanker payudara, meskipun hasil pemeriksaannya normal.

3. Gangguan dismorfik tubuh

Gangguan dismorfik tubuh ditandai oleh persepsi bahwa terdapat bagian tubuh yang mengalami cacat.

4. Gangguan konversi

Gangguan konversi ditandai dengan keluhan pada saraf tanpa ditemukan kelainan organik, misalnya kesemutan, kebas, dan kebutaan.

5. Gangguan nyeri

Gangguan nyeri ditandai dengan nyeri yang muncul hanya karena faktor psikologis.

6. Gangguan somatoform

Gangguan somatoform yang tidak dapat digolongkan, ditandai dengan gejala medis yang samar sehingga membuat penderita tidak berdaya, seperti kelelahan.

Artikel lainnya: Awas, Gejala Gangguan Mental Ini Bisa Saja Kamu Alami

Penyebab Gangguan Somatoform

Diduga faktor genetik dan lingkungan ikut berperan dalam memicu gangguan somatoform. Namun, mekanismenya masih belum diketahui secara pasti.

Gejala Gangguan Somatoform

Keluhan pada kondisi ini dapat beraneka macam. Pada umumnya, gejala berupa:

  • Nyeri yang dapat muncul di berbagai tempat, seperti nyeri kepala, nyeri perut, nyeri punggung, nyeri saat berhubungan seksual, dan nyeri dada.
  • Mual
  • Sembelit atau diare
  • Pusing
  • Pingsan
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas
  • Kelelahan

Selain gejala tersebut, penderitanya dapat mengalami kecemasan berlebihan sehingga memengaruhi kehidupannya sehari-hari. Salah satu yang khas adalah penderita tetap percaya bahwa dirinya sakit, meski semua hasil pemeriksaannya normal.

Faktor Risiko Gangguan Somatoform

Beberapa penelitian melaporkan bahwa terdapat beberapa faktor risiko gangguan somatoform, yaitu:

  • Usia >50 tahun
  • Gangguan cemas
  • Depresi
  • Status sosial ekonomi yang rendah
  • Tingkat pendidikan yang rendah
  • Mengonsumsi alkohol
  • Merokok

Artikel lainnya: Waspada FOMO! Gangguan Jiwa Akibat Media Sosial 

Diagnosis Gangguan Somatoform

Seseorang bisa dinyatakan mengalami somatoform setelah melakukan pemeriksaan dokter. Misal, bila seseorang mengeluhkan nyeri dada berulang, maka dokter akan melakukan wawancara secara terperinci, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyebab nyeri dada. Bila semua hasil pemeriksaan normal, tapi keluhannya masih ada, maka diagnosis gangguan somatoform dapat dipertimbangkan oleh dokter.

Menentukan diagnosis gangguan somatoform adalah dengan menggunakan manual DSM 5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) dan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III. Biasanya dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) yang berkompeten untuk menentukan diagnosis dan mengobatinya.

Pengobatan Gangguan Somatoform

Pengobatan yang akan dianjurkan oleh dokter, antara lain:

1. Psikoterapi, khususnya terapi perilaku kognitif (CBT)

Ini bertujuan untuk membantu penderita memahami situasi yang mereka alami, mengetahui penyebab, mengurangi stres, dan berusaha mengatasi gejala.

2. Terapi obat

Pemberian obat anti-depresan untuk mengurangi gejala yang berhubungan dengan depresi.

Selain itu, patuh dalam menjalani pengobatan dan dukungan keluarga merupakan hal yang penting untuk keberhasilan pengobatan.

Pencegahan Gangguan Somatoform

Pencegahan kondisi ini berhubungan dengan faktor-faktor risikonya, seperti:

  • Melakukan gaya hidup sehat dengan cara melakukan aktivitas fisik secara teratur, tidak mengonsumsi alkohol, dan tidak merokok
  • Mengelola stres dengan baik dan menerapkan teknik relaksasi
  • Ikut berbaur dalam kegiatan sosial dan keluarga

Artikel lainnya: 12 Kebiasaan yang Bisa Memicu Gangguan Kesehatan Mental

Komplikasi Gangguan Somatoform

Jika tidak segera ditangani, gangguan somatoform bisa menyebabkan komplikasi penyakit, yaitu:

Obat Terkait Gangguan Somatoform

  • Antidepresan trisiklik
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)
  • Serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs)
  • Antipsikotik atipikal

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan dirimu, bila terdapat faktor risiko dan gejala seperti di atas. Ingin tahu lebih banyak tentang gangguan somatoform dan cara mengatasinya? yuk#JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.

[LUF]

  1. Garrusi B, Danaei M, Aboosaeidi R. The prevalence and predictive factors of somatization and its relationship with anxiety and depression in Iranian population. J Prev Med Hyg. 2019;60(4):E400-6.
  2. Piontek, K., Shedden-Mora, M.C., Gladigau, M. et al. Diagnosis of somatoform disorders in primary care: diagnostic agreement, predictors, and comaprisons with depression and anxiety. BMC Psychiatry. 2018.
  3. Scamvougeras A, Howard A. Somatic Symptom Disorder, Medically Unexplained Symptoms, Somatoform Disorders, Functional Neurological Disorder: How DSM-5 Got It Wrong. The Canadian Journal of Psychiatry. 2020;65(5):301-305. 
  4. Orzechowska A, Maruszewska P, Gałecki P. Cognitive Behavioral Therapy of Patients with Somatic Symptoms—Diagnostic and Therapeutic Difficulties. Journal of Clinical Medicine. 2021; 10(14).
  5. Le Feussner O, Rehnisch C, Rabkow N, Watzke S. Somatization symptoms—prevalence and risk, stress and resilience factors among medical and dental students at a mid-sized German university. PeerJ.2022;
  6. Löwe B, Levenson J, Depping M, Hüsing P, Kohlmann S, Lehmann M, et al. Somatic symptom disorder: A scoping review on the empirical evidence of a new diagnosis. Psychological Medicine. 2022;52(4):632-48.
  7. Okur Güney ZE, Sattel H, Witthöft M, Henningsen P. Emotion regulation in patients with somatic symptom and related disorders: A systematic review. PLOS ONE. 2019;14(6). 
  8. Christoph M, Christoph A, Dannemann S, et al. Mental symptoms in patients with cardiac symptoms and normal coronary arteries. Open Heart. 2014.
  9. Shanker, Ganesh, Sharma I. Study of Determinants of Somatoform Disorders in Children.Cureus. 2023.
  10. Mayo Clinic Staff. Somatic symptom disorder. 2018. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/somatic-symptom-disorder/symptoms-causes/syc-20377776 Accessed 27 April 2023.
  11. Noora Berg, Tapio Nummi, Christopher G Bean, Hugo Westerlund, Pekka Virtanen, Anne Hammarström, Risk factors in adolescence as predictors of trajectories of somatic symptoms over 27 years, European Journal of Public Health. 2022.
  12. Somashekar B, Jainer A, Wuntakal B. Psychopharmacotherapy of somatic symptoms disorders. International Review of Psychiatry. 2013.