Masalah Mental

Psikopat

dr. Marsita Ayu Lestari, 25 Sep 2023

Ditinjau Oleh

Psikopat atau yang kini dikenal dengan gangguan kepribadian antisosial adalah kelainan yang ditandai dengan kurangnya empati, mudah marah, dan cenderung melakukan kekerasan tanpa rasa penyesalan.

Psikopat

Gangguan Kepribadian Antisosial

Dokter Spesialis

Dokter spesialis kedokteran jiwa

Gejala 

Kesulitan untuk menaati peraturan sosial yang sah, kesulitan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang, tidak peduli dengan perasaan orang lain, tidak mampu menunjukkan rasa empati kepada orang lain, tidak mampu bertanggung jawab secara konsisten terhadap pekerjaan, tidak memiliki tujuan jangka panjang dan realistis, melakukan penipuan atau kebohongan yang berulang demi keuntungan pribadi, mudah marah dan agresif, cenderung melakukan penyerangan fisik atau perkelahian, cenderung menyalahkan orang lain, mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain, kurangnya rasa penyesalan setelah menyakiti atau menganiaya orang lain, perilaku tidak mudah diubah oleh hukuman, rasa ingin dihargai yang tinggi

Faktor Risiko

Laki-laki memiliki risiko lebih besar dibandingkan perempuan, penyalahgunaan zat (alkohol, ganja, heroin, amfetamin, dan sebagainya)

Cara Diagnosis 

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan psikiatri

Pengobatan 

Psikoterapi, obat

Obat

Antipsikotik, antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), mood stabilizer, antikonvulsan

Komplikasi

Kecenderungan untuk bunuh diri atau membunuh orang lain, kecenderungan melakukan tindakan kriminal, kecenderungan menelantarkan anak dan pasangan, gangguan kecemasan, depresi, kecanduan NAPZA

Kapan harus ke dokter?

Gejala dan tandapsikopat

Pengertian Psikopat

Psikopat adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan tidak berperasaan, empati yang kurang, dan kontrol perilaku yang buruk sehingga cenderung melakukan kekerasan tanpa penyesalan. Sebutan untuk kondisi ini di bidang kesehatan adalah gangguan kepribadian antisosial.

Gangguan kepribadian antisosial bukan berarti pendiam atau penyendiri, melainkan mengabaikan hak orang lain secara umum dan bertentangan dengan aturan di masyarakat. 

Ciri-ciri psikopat biasanya menipu orang lain demi keuntungan pribadi dan tidak mampu mempertahankan hubungan yang harmonis. 

Gejala kelainan mental psikopat sebenarnya hampir sama dengan gangguan kepribadian narsistik. Namun, seseorang dengan psikopat umumnya cenderung kurang tekun dan disiplin. 

Penyebab Psikopat

Hingga saat ini, penyebab psikopat belum diketahui dengan pasti. Meski demikian, faktor genetik dan lingkungan berperan dalam membentuk seseorang menjadi psikopat. 

Penyebab psikopat juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

1. Pengalaman Buruk di Masa Kanak-Kanak

Pengalaman buruk, seperti penelantaran, pelecehan fisik dan seksual yang dialami pada masa kanak-kanak berperan pada perkembangan psikopat.

2. Riwayat Gangguan Emosi dan Perilaku di Masa Kanak-Kanak

Gangguan emosi dan perilaku, seperti ODD (oppositional defiant disorder) dan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) yang dialami pada masa kanak-kanak berpengaruh pada perkembangan psikopat.

3. Jenis Kelamin

Laki-laki memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan psikopat dibandingkan perempuan.

4. Penyalahgunaan Zat

Penyalahgunaan alkohol, ganja, heroin, amfetamin, dan sebagainya juga bisa memicu seseorang mengalami gangguan kepribadian antisosial.

5. Gangguan fungsi otak

Menurut penelitian, pada penderita psikopat menunjukkan adanya gangguan fungsi di beberapa area otak, seperti korteks prefrontal hingga amigdala. Korteks prefrontal adalah bagian terluar otak yang terlibat dalam fungsi pemikiran, pengambilan keputusan, dan perencanaan. Sedangkan amigdala adalah bagian otak yang terlibat dalam pemrosesan emosi, terutama rasa takut. Adanya gangguan fungsi pada bagian otak tersebut membuat pengidap psikopat cenderung memilih keputusan yang buruk dan tidak mampu mengendalikan emosi mereka. 

6. Gen tertentu

Beberapa penelitian melaporkan bahwa gen tertentu yang diekspresikan di area otak bisa berpengaruh pada perkembangan gangguan kepribadian antisosial. Misalnya, gen LINC00951 dan gen ABCB1, yang diekspresikan di otak dan berhubungan dengan penyalahgunaan zat, bisa mempengaruhi perkembangan psikopat pada seseorang.

Artikel Lainnya: 12 Ciri Pasangan Psikopat yang Harus Kamu Waspadai

Gejala Psikopat

Gejala psikopat biasanya terlihat sejak usia 15 tahun. Berikut ciri-ciri psikopat atau gangguan kepribadian antisosial yang bisa dikenali:

  • Kesulitan untuk menaati peraturan sosial yang sah
  • Kesulitan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang
  • Melakukan kebohongan atau penipuan yang berulang demi keuntungan pribadi
  • Tidak peduli dengan perasaan orang lain
  • Tidak mampu menunjukkan rasa empati kepada orang lain
  • Tidak mampu bertanggung jawab secara konsisten terhadap pekerjaan
  • Tidak memiliki tujuan jangka panjang dan realistis
  • Mudah marah dan agresif juga merupakan sifat psikopat
  • Cenderung melakukan penyerangan fisik atau perkelahian
  • Cenderung menyalahkan orang lain
  • Mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain
  • Kurangnya rasa penyesalan setelah menyakiti atau menganiaya orang lain
  • Perilaku tidak mudah diubah oleh hukuman
  • Psikopat memiliki sifat rasa ingin dihargai yang tinggi

Artikel Lainnya: Seorang Psikopat Tidak Bisa Sembuh, Ini Alasannya!

Diagnosis Psikopat

Seseorang dinyatakan mengalami gangguan kepribadian antisosial setelah diperiksa oleh dokter. Dokter akan melakukan wawancara medis secara terperinci, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan psikiatri.

Dokter akan membandingkan kondisi penderita dengan gejala gangguan kepribadian antisosial di DSM 5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) dan Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III. 

Secara umum, dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) yang berkompeten untuk menentukan diagnosis psikopat. Pemeriksaan penunjang umumnya tidak diperlukan untuk menentukan diagnosis kondisi ini.

Pengobatan Psikopat

Cara mengobati psikopat adalah berobat ke dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Perawatan psikopat bergantung pada berbagai faktor, seperti kondisi, usia, riwayat penyakit, dan riwayat penyalahgunaan NAPZA. 

Kesembuhan psikopat bergantung pada berbagai faktor, seperti kepatuhan penderita dalam berobat, respons tubuh terhadap pengobatan, dukungan keluarga, dan keadaan lingkungan pergaulan. 

Secara umum, pengobatan psikopat yang dianjurkan oleh dokter adalah:

1. Psikoterapi

Pengobatan psikoterapi adalah salah satu jenis perawatan untuk membantu meringankan gejala penderita. Upaya ini bertujuan untuk mengelola perilaku negatif, memahami bagaimana perilaku penderita memengaruhi orang lain, dan mengurangi perilaku impulsif.

Psikoterapi umumnya membutuhkan waktu yang cukup panjang. Selain itu, penderita gangguan kepribadian antisosial terkait penyalahgunaan napza perlu menjalani pengobatan untuk mengatasi ketergantungan tersebut. 

Berikut program psikoterapi untuk mengobati gangguan kepribadian antisosial:

  • Cognitive Behavioral Therapy (terapi perilaku kognitif): Terapi perilaku kognitif berguna untuk membantu penderita memahami pola pikir dan perilaku yang bermasalah. Lalu, belajar mengubah pola pikir dan perilaku tersebut menjadi baik.
  • Mentalization-based Treatment (terapi berbasis mentalitas). Terapi berbasis mentalitas berguna untuk membantu penderita mengenali dan memahami keadaan mentalnya dan orang lain.
  • Democratic Therapeutic Community. Program inimelibatkan kelompok yang memiliki permasalahan sama, misalnya, rehabilitasi sosial untuk penyalahgunaan NAPZA.
  • Impulsive Lifestyle Counseling. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman diri tentang pola tindakan impulsif melalui psikoedukasi. Program Impulsive Lifestyle Counseling menerapkan pendekatan yang tidak menghakimi dan dikembangkan untuk mengatasi masalah, seperti kurangnya pengendalian diri dan penyalahgunaan NAPZA.

2. Terapi Obat

Selain dengan psikoterapi, berikut obat-obatan yang diresepkan oleh dokter untuk membantu mengobati psikopat:

  • Antipsikotik: risperidone, quetiapine
  • Antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs): sertraline, fluoxetine
  • Mood stabilizer: lithium, carbamazepine
  • Antikonvulsan: oxcarbazepine, carbamazepine

Artikel Lainnya: Kenali Gejala Psikopat dalam Diri Anak sejak Dini

Pencegahan Psikopat

Hingga saat ini belum terdapat upaya efektif untuk mencegah psikopat. Meski demikian, diharapkan setiap keluarga mampu menciptakan suasana yang penuh kasih sayang dan menumbuhkan kondisi yang baik untuk kesehatan mental selama membesarkan anak. 

Selain itu, bila terdapat gejala dan tanda gangguan pola pikir atau perilaku pada anak sejak masa kanak-kanak, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter.

Komplikasi Psikopat

Psikopat yang tidak menerima pengobatan secara efektif dapat memicu beberapa komplikasi, seperti:

Artikel Lainnya: Waspada, Ini Ciri-Ciri Psikopat dan Tempat Mereka Mencari Korban

Obat Terkait Psikopat

Berikut obat terkait psikopat yang biasanya diresepkan dokter:

Kapan harus ke Dokter?

Segera ke dokter, bila kamu mengalami gejala dan tanda di atas. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi psikopat, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter.

Manfaatkan juga layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter spesialis kejiwaan online.

(APR)

  1. Anderson NE, Kiehl KA. Psychopathy: developmental perspectives and their implications for treatment. Restorative neurology and neuroscience. 2014.
  2. Pullman LE, Refaie N, Lalumiere ML, Krupp DB. Is psychopathy a mental disorder or an adaptation? Evidence from a meta-analysis of the association between psychopathy and handedness. Evolutionary Psychology. 2021.
  3. Tiihonen J, Koskuvi M, Lähteenvuo M, Virtanen PL, Ojansuu I, Vaurio O, Gao Y, Hyötyläinen I, Puttonen KA, Repo-Tiihonen E, Paunio T. Neurobiological roots of psychopathy. Molecular psychiatry. 2020.
  4. Thompson DF, Ramos CL, Willett J. Psychopathy: clinical features, developmental basis and therapeutic challenges. Journal of Clinical Pharmacy and Therapeutics. 2014.
  5. Sanz-García A, Gesteira C, Sanz J, García-Vera MP. Prevalence of psychopathy in the general adult population: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychology. 2021.
  6. Ekselius L. Personality disorder: a disease in disguise. Upsala journal of medical sciences. 2018.
  7. Frazier A, Ferreira PA, Gonzales JE. Born this way? A review of neurobiological and environmental evidence for the etiology of psychopathy. Personal Neurosci. 2019.
  8. Fisher KA, Hany M. Antisocial personality disorder. StatPearls [Internet]. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546673/ Diakses 4 September 2023.
  9. Bjørnebekk G, Mørkrid Thøgersen D. Possible Interventions for Preventing the Development of Psychopathic Traits among Children and Adolescents? Int J Environ Res Public Health. 2021.
  10. Reidy DE, Kearns MC, DeGue S. Reducing psychopathic violence: A review of the treatment literature. Aggress Violent Behav. 2013.
  11. Olver ME. Treatment of psychopathic offenders: Evidence, issues, and controversies. Journal of Community Safety and Well-Being. 2016.
  12. Gibbon S, Khalifa NR, Cheung NH, Völlm BA, McCarthy L. Psychological interventions for antisocial personality disorder. Cochrane Database Syst Rev. 2020.
  13. Bateman A, Fonagy P. Mentalization-Based Treatment. Psychoanal Inq. 2013.
  14. Hesse M, del Palacio-Gonzalez A, Thylstrup B. Impulsive Lifestyle Counselling versus treatment as usual to reduce offending in people with co-occurring antisocial personality disorder and substance use disorder: a post hoc analysis. BMC psychiatry. 2022.
  15. Tielbeek JJ, Johansson A, Polderman TJ, Rautiainen MR, Jansen P, Taylor M, Tong X, Lu Q, Burt AS, Tiemeier H, Viding E. Genome-wide association studies of a broad spectrum of antisocial behavior. JAMA psychiatry. 2017. 
  16. El-Baba RM, Schury MP. Neuroanatomy, Frontal Cortex. StatPearls [Internet]. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554483/ Diakses 4 September 2023.