Kolesistitis
Dokter Spesialis |
Spesialis Penyakit Dalam; Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastroenterohepatologi |
Gejala |
Nyeri perut kanan atas dapat menjalar ke daerah pundak dan belikat kanan, rasa penuh di daerah ulu hati, mual/muntah, demam |
Faktor Risiko |
Usia tua, perempuan, obesitas, riwayat keluarga, penurunan berat badan yang cepat, kebiasaan makan yang tidak sehat (sering mengonsumsi makanan tinggi lemak) |
Diagnosis |
Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (darah perifer lengkap, fungsi hati, bilirubin, USG Perut, MRCP, ERCP, kolesistografi oral |
Pengobatan |
Pengobatan kolesistitis tanpa batu: tirah baring, diet rendah lemak, nutrisi parenteral, antibiotik parenteral, terapi suportif (antipiretik, analgesik, pemberian cairan infus), pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi); Pengobatan kolesistitis dengan batu: terapi suportif (antipiretik, analgesik, pemberian cairan infus), antibiotik parenteral, surgical cholecystectomy, percutaneous cholecystostomy, transpapillary endoscopic cholecystostomy, endoscopic Ultrasound Biliary Drainage (EUS-BD) |
Obat |
Bergantung pada kondisi penderita, seperti antipiretik, analgesik, antibiotik |
Komplikasi |
Gangren empedu, peritonitis, abses hati, sepsis |
Kapan harus ke dokter? |
Terdapat gejala dan faktor risiko yang mengarah kepada kolesistitis |
Pengertian Kolesistitis
Kolesistitis adalah peradangan pada kantong empedu. Kantong empedu adalah organ yang menyerupai buah pir dan terletak di perut kanan atas, tepatnya di bawah hati. Penyakit Kolesistitis dapat terjadi secara akut maupun kronik.
Penyebab Kolesistitis
Terdapat beberapa penyebab kolesistitis, yaitu:
1. Stasis cairan empedu (cairan terperangkap di kantong empedu)
Penyebab kondisi ini yang tersering, yaitu batu kantong empedu.
2. Infeksi kuman
Kuman yang tersering adalah E. coli, Strep. faecalis, Klebsiella, Bacteroides, dan Clostridia.
3. Iskemia kandung empedu
Kondisi ini terjadi ketika suplai darah di organ tersebut tidak tercukupi.
Gejala Kolesistitis
Keluhan kolesistitis dapat dipicu setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Adapun tanda dan gejalanya, antara lain:
- Nyeri perut kanan atas dapat menjalar ke daerah pundak dan belikat kanan
- Rasa penuh di daerah ulu hati
- Mual/muntah
- Demam
Artikel Lainnya: Kenali Fungsi Kantung Empedu dan Risiko Penyakitnya
Faktor Risiko Kolesistitis
Adapun faktor-faktor risiko kolesistitis, yaitu:
- Usia tua
- Perempuan
- Obesitas
- Riwayat keluarga
- Penurunan berat badan yang cepat
- Kebiasaan makan yang tidak sehat, misalnya sering mengonsumsi makanan tinggi lemak
Artikel lainnya: 12 Cara Mudah Mengatasi Sakit Perut di Rumah
Diagnosis Kolesistitis
Untuk mendiagnosis adanya kolesistitis, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan fisik mungkin ditemukan berubahnya warna di beberapa tubuh menjadi kuning (ikterus) dan nyeri tekan di daerah kandung empedu.
Beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin dianjurkan oleh dokter, seperti:
1. Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah perifer lengkap, fungsi hati, bilirubin.
2. USG Perut
USG perut untuk melihat besar, bentuk, penebalan dinding kandung empedu, batu dan saluran empedu.
3. Magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP)
MRCP digunakan untuk melihat adanya batu di kandung empedu dan saluran empedu
4. Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
Selain sebagai alat untuk mendiagnosis, ERCP juga digunakan dalam pengobatan.
5. Kolesistografi oral
Pemeriksaan ini melihat gambaran saluran empedu.
Artikel Lainnya: Sering Nyeri Dada Sebelah Kanan, Pertanda Apa?
Pengobatan Kolesistitis
Pengobatan kolesistitis dikelompokkan menjadi pengobatan penyakit kolesistitis tanpa batu dan kolesistitis dengan batu.
Pengobatan kolesistitis tanpa batu, diantaranya:
- Tirah baring
- Diet rendah lemak pada kondisi akut
- Nutrisi parenteral melalui pembuluh darah vena, bila asupan tidak adekuat
- Antibiotik parenteral melalui pembuluh darah vena
- Terapi suportif (antipiretik, analgesik, pemberian cairan infus)
- Pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi)
Pengobatan kolesistitis dengan batu, diantaranya:
- Terapi suportif (antipiretik, analgesik, pemberian cairan infus)
- Antibiotik parenteral melalui pembuluh darah vena
- Surgical cholecystectomy
- Percutaneous cholecystostomy
- Transpapillary endoscopic cholecystostomy
- Endoscopic Ultrasound Biliary Drainage (EUS-BD)
Sekitar 85% kasus mengalami kesembuhan total, dan beberapa mengalami kekambuhan.
Pencegahan Kolesistitis
Kamu dapat mengurangi risiko kolesistitis dengan menerapkan beberapa langkah berikut:
- Pola makan sehat yang meliputi asupan tinggi sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
- Berolahraga secara teratur sesuai rekomendasi dokter.
- Menjaga berat badan agar tetap ideal/indeks massa tubuh dalam rentang normal
Artikel lainnya: Kenali Fungsi Kantung Empedu dan Risiko Penyakitnya
Komplikasi Kolesistitis
Bila kolesistitis tidak diterapi secara tepat, maka kondisi ini dapat mengancam jiwa dan menimbulkan komplikasi. Terdapat beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, yaitu:
- Gangren empedu: kematian jaringan
- Peritonitis: peradangan lapisan yang membungkus organ perut dan dinding perut bagian dalam
- Abses hati: nanah terkumpul di hati yang disebabkan oleh infeksi
- Sepsis: kondisi berbahaya akibat respons tubuh terhadap infeksi
Obat Terkait Kolesistitis
- Antibiotik: ceftriaxone, cefotaxime, metronidazole
- Antipiretik: paracetamol
- Obat antiinflamasi non steroid: diclofenac
Artikel lainnya: Beragam Pengobatan Batu Empedu Tanpa Operasi
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri kamu bila mengalami gejala dan memiliki faktor risiko yang telah dijelaskan. Penanganan kolesistitis perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi kelumpuhan, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.
[LUF]
- Pridady FX. Kolesistitis. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi ke 6. InternaPublishing. 2014.
- Alwi I, Salim S, Hidayat R, Kurniawan J, Tahapary DL. Penatalaksanaan di Bidang Ilmu Penyakit Dalam Panduan Praktik Klinis. InternaPublishing. 2015.
- Indar AA, Beckingham IJ. Acute cholecystitis. BMJ. 2002;325(7365):639-43.
- Lee S, Chung CW, Ko KH, Kwon SW. Risk factors for the clinical course of cholecystitis in patients who undergo cholecystectomy. Korean J Hepatobiliary Pancreat Surg. 2011;15(3):164-70.
- Mustafa KN. The Role of Some Foods and Diet Habits in Cholecystitis and Gallstones in Mosul in Iraq. J Cardiovasc Disease Res. 2020; 11(2).
- Mayo Clinic Staff. Cholecystitis. 2022. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cholecystitis/symptoms-causes/syc-20364867 Accessed 5 May 2023.
- Jones MW, Genova R, O'Rourke MC. Acute Cholecystitis. 2022. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459171/ Accessed 5 May 2023.
- Jessri M, Rashidkhani B. Dietary patterns and risk of gallbladder disease: a hospital-based case-control study in adult women. J Health Popul Nutr. 2015;33(1):39-49.
- Ansaloni L, Pisano M, Coccolini F, Peitzmann AB, Fingerhut A, Catena F, et al. 2016 WSES guidelines on acute calculous cholecystitis. World J Emerg Surg. 2016.
- Pisano M, Allievi N, Gurusamy K, Borzellino G, Cimbanassi S, Boerna D, et al. 2020 World Society of Emergency Surgery updated guidelines for the diagnosis and treatment of acute calculus cholecystitis. World J Emerg Surg. 2020.
- Bridges F, Gibbs J, Melamed J, Cussatti E, White S. Clinically diagnosed cholecystitis: a case series. JSCR. 2018.
- NHS Inform. Acute cholecystitis. 2023. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/stomach-liver-and-gastrointestinal-tract/acute-cholecystitis Accessed 5 May 2023.
- Markotic F, Grgic S, Poropat G, Fox A, Nikolova D, Vukojevic K, Jakobsen JC, Gluud C. Antibiotics for adults with acute cholecystitis or acute cholangitis or both. Cochrane Database Syst Rev. 2020.
- Fraquelli M, Casazza G, Conte D, Colli A. Non-steroid anti-inflammatory drugs for biliary colic. Cochrane Database Syst Rev. 2016.