Masalah Saraf dan Otak

Sindrom Ekstrapiramidal

dr. Marsita Ayu Lestari, 05 Sep 2023

Ditinjau Oleh

Sindrom ekstrapiramidal merupakan kumpulan gejala berupa gerakan yang tidak disadari dan sulit dikendalikan, yang disebabkan oleh gangguan ekstrapiramidal.

Sindrom Ekstrapiramidal

Sindrom Ekstrapiramidal

Dokter Spesialis

Dokter di instalasi gawat darurat, Spesialis terkait: spesialis kedokteran jiwa, spesialis saraf atau spesialis neurologi

Gejala

Parkinsonisme, akathisia, distonia, tardive dyskinesia, sindrom neuroleptik maligna

Faktor Risiko

Mengonsumsi obat yang menjadi penyebab sindrom ekstrapiramidal, mengalami sindrom ekstrapiramidal sebelumnya, wanita usia lanjut lebih rentan mengalami parkinsonisme yang diinduksi oleh obat dan tardive dyskinesia, laki-laki usia muda lebih rentan mengalami distonia

Diagnosis

Wawancara medis yang terperinci dan pemeriksaan fisik

Pengobatan

Pengobatan bergantung pada kondisi penderita dan penyebab yang mendasari

Obat

Pengobatan bergantung pada kondisi penderita dan penyebab yang mendasari

Komplikasi

Rhabdomyolysis, distonia laring, dystonic storm

Kapan harus ke dokter?

Terdapat gejala dan tanda sindrom ekstrapiramidal

 

Pengertian Sindrom Ekstrapiramidal

Sindrom ekstrapiramidal merupakan kumpulan gejala berupa gerakan yang tidak disadari dan sulit dikendalikan yang disebabkan oleh gangguan ekstrapiramidal. Fungsi ekstrapiramidal adalah mempertahankan postur dan mengendalikan aktivitas motorik tak sadar.

Sindrom ekstrapiramidal atau gejala ekstrapiramidal dapat terjadi pada segala usia. Kondisi ini dikaitkan dengan efek samping obat tertentu, seperti antipsikotik yang digunakan sebagai terapi skizofrenia.

Sindrom ekstrapiramidal pada anak, dewasa, dan usia lanjut dapat mengganggu kualitas hidup. Selain itu, pada keadaan tertentu, seperti sindrom neuroleptik maligna dapat menjadi kondisi serius yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman tentang penyebab, gejala, dan pengobatan sindrom ekstrapiramidal.

Penyebab Sindrom Ekstrapiramidal

Penyebab sindrom ekstrapiramidal, antara lain:

  • Antipsikotik, seperti haloperidol, chlorpromazine, loxapine, risperidone, clozapine, dan aripiprazole
  • Antiemetik, seperti droperidol, metoclopramide, dan prochlorperazine
  • Antidepresan, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) dan antidepresan trisiklik (TCAs)
  • Stimulan, seperti kafein dan nikotin
  • Mood stabilizer, seperti lithium
  • Anti konvulsan, seperti asam valproat

Artikel Lainnya: Sejumlah Fakta Obat Antidepresan yang Penting Diketahui

Gejala Sindrom Ekstrapiramidal

Berikut gejala dan tanda sindrom ekstrapiramidal:

  • Parkinsonisme

Parkinsonisme dapat ditandai dengan tremor, tubuh yang kaku, dan gerakan lambat.

  • Akathisia

Gejala dan tanda akathisia berupa gelisah dan gerakan berulang tanpa tujuan, seperti mondar-mandir dan menyilangkan kaki.

  • Distonia

Distonia dapat ditandai dengan punggung yang melengkung, suara tidak jelas, dan gerakan rahang yang terbatas. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, kesulitan bernapas, berbicara, dan menelan.

  • Tardive dyskinesia

Tardive dyskinesia ditandai dengan gerakan berulang di wajah, mulut, dan lidah, seperti kedipan mata dan kedutan mata yang meningkat, serta mengunyah secara berulang.

  • Sindrom neuroleptik maligna

Sindrom neuroleptik maligna merupakan kondisi yang mengancam nyawa dengan gejala berupa kekakuan otot yang berat, demam tinggi, gangguan sistem saraf otonom, seperti keringat yang berlebihan dan perubahan status mental.

Faktor Risiko Sindrom Ekstrapiramidal

Berikut beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami sindrom ekstrapiramidal:

  • Mengonsumsi obat yang menjadi penyebab sindrom ekstrapiramidal
  • Mengalami sindrom ekstrapiramidal sebelumnya
  • Wanita usia lanjut lebih rentan mengalami parkinsonisme yang diinduksi oleh obat dan tardive dyskinesia
  • Laki-laki usia muda lebih rentan mengalami distonia

Artikel Lainnya: Saraf Macam-Macam Penyakit Saraf yang Mungkin Terjadi

Diagnosis Sindrom Ekstrapiramidal

Secara umum, dokter menentukan diagnosis sindrom ekstrapiramidal berdasarkan wawancara medis yang terperinci dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan keluhan, riwayat mengonsumsi obat, faktor risiko, dan hal terkait lainnya.

Selanjutnya, dokter akan mengamati dan memeriksa gerakan berulang yang tidak terkendali. Sedangkan, pemeriksaan penunjang direkomendasikan sesuai hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Pengobatan Sindrom Ekstrapiramidal

Pendekatan terapi sindrom ekstrapiramidal umumnya bergantung pada kondisi penderita dan penyebab yang mendasari. Bila terdapat tanda dan gejala sindrom neuroleptik maligna, maka segeralah ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan segera.

Bila antipsikotik tipikal diduga sebagai penyebab kondisi ini, maka dokter akan menganjurkan penggantian terapi ke antipsikotik atipikal. Sedangkan, anti muskarinik, beta-blocker, agonis dopamin, dan antikolinergik merupakan obat untuk mengatasi sindrom ekstrapiramidal pada kondisi tertentu.

Artikel Lainnya: Wajah Kedutan Terus-menerus, Waspada Penyakit Ini!

Pencegahan Sindrom Ekstrapiramidal

Upaya pencegahan sindrom ekstrapiramidal, seperti:

  • Bagi pengonsumsi obat yang berpotensi menyebabkan sindrom ekstrapiramidal, maka konsumsi obat tersebut sesuai petunjuk dokter dan konsultasi ke dokter bila ada gejala ekstrapiramidal
  • Kontrol secara teratur ke dokter untuk dievaluasi tentang jenis dan dosis obat, serta bila terjadi perubahan kondisi medis

Komplikasi Sindrom Ekstrapiramidal

Berikut komplikasi sindrom ekstrapiramidal:

Obat Terkait Sindrom Ekstrapiramidal

Penggunaan obat untuk mengatasi sindrom ekstrapiramidal harus dikonsultasikan ke dokter. Berikut obat terkait sindrom ekstrapiramidal:

Kapan harus ke Dokter?

Segera berobat ke Dokter, bila kamu merasakan gejala dan tanda sindrom ekstrapiramidal. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi sindrom ekstrapiramidal, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.

[LUF]

  1. D'Souza RS, Hooten WM. Extrapyramidal symptoms. InStatPearls [Internet]. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534115/
  2. Lee J, Muzio MR. Neuroanatomy, extrapyramidal system. InStatPearls [Internet]. 2022. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554542/
  3. Chokhawala K, Stevens L. Antipsychotic medications. InStatPearls [Internet]. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519503/
  4. Farzam K, Faizy RM, Saadabadi A. Stimulants. InStatPearls [Internet]. 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539896/
  5. Sanders RD, Gillig PM. Extrapyramidal examinations in psychiatry. Innov Clin Neurosci. 2012.
  6. Jiang J, See YM, Subramaniam M, Lee J. Investigation of cigarette smoking among male schizophrenia patients. PLoS One. 2013.
  7. Bernagie C, Danckaerts M, Wampers M, De Hert M. Aripiprazole and Acute Extrapyramidal Symptoms in Children and Adolescents: A Meta-Analysis. CNS Drugs. 2016.