Kesehatan Mental

Benarkah Sayuran Hijau Bisa Turunkan Risiko Depresi?

Tamara Anastasia, 07 Des 2019

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Sayuran hijau mengandung nutrisi tinggi sehingga dianggap mampu menurunkan risiko depresi. Benarkah anggapan tersebut?

Benarkah Sayuran Hijau Bisa Turunkan Risiko Depresi?

Depresi membuat hari-hari terasa sangat sepi. Sekalipun berada di tengah keramaian, orang yang depresi akan selalu merasa sendiri. Karena itu, tidak seorang pun ingin mengalami kondisi tersebut. Salah satu cara yang konon ampuh mencegah depresi adalah makan sayuran hijau. Apakah medis setuju?

Perlu Anda tahu, dr. Nabila Viera Yovita dari KlikDokter mengatakan bahwa depresi adalah kelainan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus-menerus.

“Depresi biasanya akan memengaruhi cara berpikir dan berperilaku, serta dapat memicu berbagai masalah fisik maupun emosional,” ujar dr. Nabila. 

Tidak heran, orang yang depresi cenderung mengalami masalah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tidak jarang pula penderita depresi yang merasa bahwa hidupnya sudah tidak berguna lagi. Ujung dari perkara ini biasanya keinginan untuk bunuh diri.

Hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkan depresi.  Terapi depresi —baik oleh dokter maupun psikiater— hanya bertujuan untuk mengendalikan gejala agar tidak makin buruk dari hari ke hari.

Berangkat dari alasan tersebut, setiap orang sebaiknya melakukan tindakan pencegahan sebelum depresi terlanjur terjadi. Nah, salah satu cara mencegah depresi yang konon efektif adalah makan sayuran hijau secara rutin dan teratur. Namun medis setuju dengan hal ini?

Sayuran hijau dan risiko depresi

Dijelaskan oleh dr. Nabila, sayuran hijau memang terbukti dapat menurunkan risiko depresi. Ini karena jenis sayuran tersebut kaya akan kandungan vitamin A, C, E dan K. Selain itu, sayuran hijau juga mengandung ragam mineral dan phytochemical yang baik untuk tubuh.

“Sebagai langkah mencegah dan mengatasi depresi, Anda dapat mengonsumsi makanan epigenetik yang mampu meningkatkan kesehatan, kualitas tidur dan suasana hati,” ungkap dr. Nabila.

“Salah satu contohnya adalah makanan kaya triptofan, seperti buncis. Selain itu, sayur-sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, kangkung, brokoli dan sejenisnya juga bisa membantu menurunkan risiko depresi,” sambungnya.

Lebih lanjut, dr. Nabila mengungkapkan bahwa sayuran hijau juga mengandung asam folat yang tinggi. Senyawa ini mampu mencegah gangguan suasana hati, sehingga risiko stres dan depresi bisa diminimalkan.

“Sayuran hijau juga mengandung sejumlah antioksidan yang berfungsi menangkal efek radikal bebas. Seperti diketahui, radikal bebas bisa menimbulkan penyakit berbahaya, seperti kanker, yang efeknya bisa menimbulkan depresi pada penderitanya,” tutur dr. Nabila. 

Alternatif sayuran hijau untuk cegah depresi

Bagi Anda yang tidak suka sayuran hijau, beberapa asupan di bawah ini juga bisa membantu menurunkan risiko depresi:

  • Susu dan telur. Keduanya mengandung vitamin D yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan suasana hati.
  • Ikan cod. Karena mengandung selenium, ikan cod diduga bisa memperkecil risiko depresi. Anda juga bisa menemukan selenium pada kacang Brazil, walnut dan daging unggas.
  • Salmon. Jenis ikan ini mengandung asam lemak omega 3 yang sangat penting untuk menunjang fungsi kognitif dan memperbaiki suasana hati (mood). Selain salmon, omega 3 juga bisa ditemukan pada alpukat, minyak kanola dan minyak zaitun.
  • Bawang putih. Mengandung allicin, bawang putih mampu menangkal radikal bebas dan pada gilirannya mampu menurunkan risiko depresi. Allicin juga bisa Anda temukan pada bawang bombay.

Segera bertindak, jangan sampai depresi keburu terjadi. Lakukan tindakan pencegahan dengan rutin mengonsumsi sayuran hijau dan berbagai makanan sehat lainnya. Jangan lupa iringi dengan penerapan gaya hidup aktif dan sehat, agar kondisi fisik dan psikis Anda sepenuhnya terjaga.

(NB/RPA)

sayuran hijau
Depresi
kesehatan mental