Tidak semua orang dapat menerima atau suka dengan penolakan. Ketika mengalami penolakan, seseorang dapat menunjukkan respons emosional yang ekstrem.
Bahkan, penolakan dapat membuat hubungannya dengan orang sekitar atau pasangan menjadi kacau. Penolakan dapat membuat seseorang merasa tidak layak atau membuat seseorang berpikir bahwa ia bukanlah pribadi yang baik.
Tidak bisa menerima penolakan juga dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari orang tersebut. Dilansir dari WebMD dan berdasarkan buku Bouncing Back from Rejection, berikut ciri-ciri orang yang tidak suka atau sensitif dengan penolakan.
1. Bereaksi Berlebihan
Sebagian orang pernah membayangkan sebuah penolakan. Namun bila sering membayangkan hal tersebut, respons yang dihasilkan ketika mengalami penolakan bisa jadi berlebihan.
Meskipun sebenarnya penolakan atau kejadian yang dialami tidak terlalu buruk. Bahkan, penolakan kecil bisa dianggap sebagai suatu hal yang besar karena ia sering memikirkan hal tersebut.
Artikel Lainnya: Sering Ngegas, Ciri Kesehatan Mental Anda Terganggu?
Contoh, orang yang sensitif terhadap penolakan bisa merasa sangat tidak dihargai saat pasangannya telat saat janjian kencan.
Padahal, misalnya, pasangannya telat datang karena harus lembur bekerja atau karena kendaraannya mogok di jalan.
2. Tidak Bisa Berkembang
Ketika sensitif terhadap penolakan, seseorang tersebut dapat sering memikirkan bahwa ia akan terus ditolak atau tidak diterima oleh sekitarnya.
Karena terus memikirkan dirinya akan selalu ditolak, ia jadi sulit maju atau berkembang. Pasalnya, pikiran tersebut membuat seseorang susah berpikir jernih untuk mengatasi ketakutannya. Padahal, belum tentu kedepannya ia akan mengalami penolakan lagi.
Artikel Lainnya: Alasan Kenapa Anda Tak Perlu Terlalu Baik pada Orang Lain
3. Bereaksi dengan Marah
Marah merupakan respons yang umum terjadi saat seseorang mengalami penolakan atau diabaikan. Namun pada orang yang tidak suka penolakan, ia bisa merespons dengan kemarahan luar biasa.
Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kondisi ini dapat disebabkan banyak faktor, salah satunya karena pengalaman masa lalu.
“Adanya pengalaman terkait penolakan bisa menyebabkan trauma maupun pengalaman yang sulit dilupakan. Sehingga saat penolakan terjadi lagi, hal itu dapat memicu kemarahan,” kata psikolog Gracia.
4. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Orang yang sensitif dengan penolakan sering merasa dirinya tidak berharga, tidak sempurna, dan tidak pantas dicintai.
Penolakan dapat menyebabkan perasaan mereka terluka. Dampaknya orang tersebut kerap menarik diri dari pergaulan guna menghindari atau mencegah dirinya ditolak atau diabaikan.
Artikel Lainnya: Kehabisan Rasa Empati, Apa Penyebabnya?
5. Menjadi Sangat Mandiri
Karena sering mengalami penolakan, seseorang dapat menjadi sangat mandiri. Mereka tidak lagi bergantung dengan orang lain untuk mendapatkan dukungan, rasa nyaman, maupun semangat.
Mereka membatasi diri dan ekspektasi emosionalnya agar tidak mudah mendapatkan kritikan, atau bahkan ditolak oleh orang lain.
Jika teman, kerabat, atau seseorang yang Anda kenal sensitif terhadap penolakan, sebaiknya beri dukungan dan tetap terhubung dengan mereka.
Penting untuk memahami bahwa Anda tidak dapat memperbaiki kondisi mereka. Guna mengatasinya, orang tersebut harus memiliki kesadaran dan keinginan tersendiri untuk bisa berdamai dengan penolakan.
Untuk tahu informasi kesehatan mental lainnya, Anda dapat membaca artikel di aplikasi KlikDokter.
(OVI/JKT)
Sumber:
WebMD. Diakses 2021. When Your Loved One Is Highly Sensitive to Rejection
Very Well Mind. Diakses 2021. What Is Rejection Sensitivity?