Saraf

3 Penyebab Mengapa Pekerja Kantoran Rentan Terkena Stroke

dr. Sara Elise Wijono MRes, 26 Okt 2023

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Pekerja kantoran lebih rentan terkena penyakit stroke karena mereka seringkali memiliki pola hidup tidak sehat, stres, hingga menerapkan gaya hidup sedenter. Kenali cara mengatasinya di artikel ini.

3 Penyebab Mengapa Pekerja Kantoran Rentan Terkena Stroke

Tahukah kamu bahwa ada beberapa golongan orang yang lebih berisiko terkena penyakit stroke? Ya, salah satunya adalah pekerja kantoran. Penyebab pekerja kantoran lebih berisiko terkena stroke karena mereka seringkali menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. 

Faktor yang Menyebabkan Pekerja Kantoran Rentan Terkena Stroke

Stroke adalah penyakit yang ditandai dengan keadaan jaringan otak kekurangan aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen. Terdapat dua penyebab umum stroke, yaitu sumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan stroke iskemik (stroke paling umum, mencakup 80-87 persen kasus stroke) dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan stroke hemoragik

Kedua keadaan ini dapat menyebabkan suplai darah pada jaringan otak terputus dan dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan kematian jaringan.

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena stroke. Faktor risiko ini terdiri dari keadaan yang tak dapat diubah seperti usia lanjut, ras tertentu, riwayat migrain, dan riwayat stroke dalam keluarga.

Di sisi lain, terdapat juga faktor risiko stroke yang dapat dihindari karena berhubungan dengan pola hidup. Contohnya adalah tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes melitus, berbagai penyakit jantung, kadar kolesterol tinggi, kegemukan atau obesitas, atau gaya hidup tertentu seperti kebiasaan merokok, gaya hidup sedenter, dan lain-lain.

Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu kamu hindari karena bisa menjadi faktor penyebab mengapa seorang pekerja kantoran lebih rentan terkena stroke:

1. Gaya Hidup Tidak Sehat

Banyak pekerja kantoran menerapkan gaya hidup tidak sehat yang menjadikan mereka lebih rentan mengalami stroke. Gaya hidup tidak sehat ini misalnya, seperti:

  • Makan makanan kurang gizi dan tidak sehat, seperti makanan tinggi lemak dan gula, fast food, hingga makanan tinggi kolesterol
  • Merokok
  • Malas olahraga
  • Minum alkohol
  • Kurang tidur

Kebiasaan buruk ini semakin berisiko karena kebanyakan dari pekerja kantoran malas untuk bergerak. Mereka menjadikan kesibukan di kantor sebagai alasan untuk hidup tidak sehat. Padahal, jika punya tekad kuat, kebiasaan buruk ini bisa diubah.

Artikel Lainnya: 7 Tanda dan Gejala Stroke yang Tidak Boleh Diabaikan

2. Stres

Bahaya stres, utamanya dalam pekerjaan, juga sering kali dianggap memiliki peran sebagai faktor risiko stroke. Sebuah penelitian di Tiongkok menilai jam kerja, tekanan di tempat kerja, beban mental, dan tingkat tanggung jawab pekerja dan tekanan seseorang harus mengambil keputusan dalam bekerja disebut berkaitan dengan penyakit stroke. 

Berbagai penelitian lainnya juga menemukan bahwa orang-orang yang lebih stres dan mengalami tekanan mental berisiko terkena stroke.

Stres penyebab stroke juga didukung oleh penelitian lain yang menemukan bahwa saat seseorang mengalami stres, area otak tertentu (yaitu amigdala) akan memberikan sinyal kepada sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih.

Selanjutnya, sel ini dapat menyebabkan peradangan dan sumbatan pada pembuluh darah yang dapat memicu stroke. 

Walaupun saat ini stres belum diakui sebagai faktor risiko stroke, tapi hasil penelitian di atas dianggap cukup menjanjikan. Jadi, mengatasi stres di tempat kerja merupakan salah satu langkah yang bisa kamu lakukan untuk menangkal stroke.

Artikel Lainnya: Mengenal Perbedaan Stroke dan Serangan Jantung

3. Gaya Hidup Sedenter atau Malas Bergerak

Gaya hidup sedenter atau malas bergerak memang menjadi salah satu ciri yang banyak ditemukan pada pekerja kantoran. Gaya hidup sedenter adalah pola perilaku yang minim aktivitas fisik. 

Biasanya, mereka yang mengadaptasi gaya hidup ini adalah pekerja kantoran yang hampir setiap hari menghabiskan waktunya di balik meja kerja, memandangi layar komputer atau laptop.

Tak hanya itu, perjalanan menuju kantor dan pulang ke rumah pun ditempuh dengan transportasi umum atau kendaraan pribadi, yang artinya kamu akan duduk sepanjang jalan. Belum lagi, sesampainya di rumah, kamu sudah terlanjur capek dan lebih memilih untuk beristirahat dan bermalas-malasan untuk melepas lelah.

Kurang atau malas bergerak adalah kebiasaan yang para pekerja kantoran harus segera ubah. Lewat sebuah studi yang dilakukan oleh Aerobics Research Center di AS, aktivitas fisik mampu mengurangi risiko stroke pada pria hingga 60 persen.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal medis “Nurses’ Health Study” membuktikan, wanita yang cukup bergerak atau melakukan aktivitas fisik memiliki peluang terhindar dari stroke dan serangan jantung hingga 50 persen. Inilah mengapa pekerja kantoran yang terlalu sering duduk bekerja atau bermalas-malasan di depan layar komputer memiliki risiko cukup besar mengalami stroke.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Hilang Ingatan bagi Penderita Stroke

Tips agar Pekerja Kantoran Lebih Sehat dan Terhindar dari Stroke

Ada beberapa kiat yang bisa kamu lakukan untuk menjadi lebih sehat di kantor agar terhindar dari stroke, seperti:

  • Membuat urutan pekerjaan dengan skala prioritas agar tidak stres atau burnout
  • Lakukan meditasi atau latihan pernapasan untuk menenangkan diri, terutama jika kamu merasa tertekan akibat pekerjaan yang menumpuk
  • Selama bekerja, biasakan ambil rehat sejenak setiap beberapa jam sekali. Gunakan waktu ini untuk berjalan dan melakukan olahraga ringan
  • Hiaslah area kerja kamu dengan benda-benda yang dapat meningkatkan mood, misalnya tanaman, foto dan orang-orang tercinta

Selain itu, kamu juga bisa mencegah risiko stroke dengan menerapkan TANGKAL, yaitu:

  • Teratur periksa kadar kolesterol
  • Awasi asupan dan pola makan
  • Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol
  • Giat berolahraga
  • Kendalikan berat badan dan hindari stres
  • Awasi tekanan darah
  • Lengkapi dengan konsumsi makanan atau minuman smoothie yang mengandung plant stanol ester

Selain cenderung mengadaptasi gaya hidup sedenter yang malas bergerak, pekerja kantoran memang diketahui lebih rentan mengalami stroke. Supaya kamu terhindar dari penyakit ini di masa mendatang, segera ubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat, lebih banyak bergerak aktif, serta bisa mengelola stres dengan baik. Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, semoga bisa bebas dari stres, lebih produktif sekaligus bahagia, serta terhindar dari stroke di masa mendatang.

Selain menerapkan gaya hidup sehat, jangan lupa untuk selalu rutin periksa kesehatan tubuh. Di aplikasi KlikDokter kamu bisa pesan layanan pemeriksaan kesehatan online dengan mudah. Kamu juga bisa chat dokter spesialis saraf untuk konsultasi masalah kesehatan. Yuk, download aplikasi KlikDokter sekarang!

(RN/ RH)

Stres
Hari Stroke Sedunia
Gaya Hidup Sedenter
Stroke