Obat Antibiotik

Cotrim

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 22 Nov 2022

Ditinjau Oleh Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Obat kombinasi dua antibiotik, seperti Cotrim, umumnya akan memberikan efek yang lebih besar untuk mengatasi infeksi. Obat apakah ini?

Cotrim

Cotrim

Golongan

Obat Keras

Kategori Obat

Antibiotik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak

Bentuk obat

Kaplet dan Sirup

Cotrim untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya).

Peringatan Menyusui: Konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Cotrim saat menyusui.

Pengertian

Dokter umumnya akan meresepkan antibiotik kepada pasien dengan gangguan infeksi bakteri.

Namun terkadang, pemberian antibiotik tunggal tak selalu cocok untuk mengobati infeksi. 

Diberikanlah kombinasi dua antibiotik, seperti Cotrim, untuk mengatasinya.

Cotrim adalah antibiotik kombinasi trimethoprim dan sulfamethoxazole. 

Keduanya bekerja menghambat enzim yang memetabolisme asam folat pada bakteri yang peka. 

Dalam bentuk kombinasi, antibiotik ini akan bersifat bakterisida alias dapat membunuh bakteri. 

Simak penjelasan lengkap soal Cotrim Forte obat apa melalui artikel ini.

Artikel Lainnya: Sakit Saat Kencing, Mungkin Ini Penyebabnya

Keterangan

1. Cotrim Tablet

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik 
  • Kandungan: Trimethoprim 80 mg, sulfamethoxazole 400 mg
  • Kemasan: Boks, 10 strip @10 kaplet
  • Farmasi: PT Pyridam
  • Harga Cotrim Forte Tablet: Rp82.100 - Rp82.550 per 100 tablet

2. Cotrim Sirup

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Tiap 5 ml mengandung sulfamethoxazole 200 mg dan trimethoprim 40 mg
  • Kemasan: Boks, botol @60 ml
  • Farmasi: PT Pyridam
  • Harga Cotrim Sirup: -

Kegunaan

Cotrim digunakan untuk membantu terapi dalam pengobatan:

  • infeksi saluran napas
  • infeksi saluran pencernaan
  • infeksi saluran kemih 
  • infeksi kelamin dan kulit
  • septikemia

Dosis dan Aturan Pakai

Cotrim Forte termasuk ke dalam golongan obat keras. Setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Selain itu, dosis penggunaan antibiotik juga harus dikonsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.

Dosis konsumsi juga bisa berbeda-beda setiap individu, tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. 

Artikel Lainnya: Gangguan Pencernaan yang Rentan Dialami Anak

Berikut adalah anjurannya secara umum.

Tujuan: mengatasi infeksi

Bentuk: Cotrim tablet

  • Anak usia 6 bulan-5 tahun: 1/4 tablet
  • Anak usia 6-12 tahun: 1/2 tablet
  • Anak usia >12 tahun dan dewasa: 2 tablet, maksimal 3 tablet

Tujuan: mengatasi infeksi

Bentuk: Cotrim syrup

  • Anak usia 6 bulan-2 tahun: 1/2 sendok teh 2x sehari
  • Anak usia 2-5 tahun: 1/2 - 1 sendok teh 2x sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 1-2 sendok teh 2x sehari
  • Anak usia >12 tahun dan dewasa: 4 sendok teh 2x sehari

Cara Menggunakan

Konsumsi Cotrim sesuai dengan anjuran dan dosis dari dokter. 

Jangan mengurangi atau melebihkan dosis agar tercapai efek terapi yang diharapkan.

Untuk menghindari lupa mengonsumsi obat, minum Cotrim di waktu yang sama setiap harinya. 

Jika terlewat satu dosis, segera minum jika jeda dengan jam berikutnya masih panjang. 

Namun, lewatkan sosis yang terlupa jika jeda dengan jam berikutnya sudah dekat. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu.

Ketika keluhan Anda berkurang ataupun hilang, tetaplah mengonsumsi obat sesuai anjuran. Jangan menghentikannya sekalipun keluhan sudah tidak ada.

Antibiotik lebih baik diminum setelah makan. Untuk sediaan sirup, jangan lupa dikocok terlebih dahulu agar zat aktif merata di dalam sediaan.

Artikel Lainnya: Manfaat Probiotik untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Cara Penyimpanan

Simpan obat ini pada suhu 15-30 derajat Celsius. Hindari dari paparan cahaya dan tempat yang lembap.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengonsumsi obat Cotrim adalah:

Overdosis

Gejala overdosis Cotrim antara lain: 

  • pusing
  • mual dan muntah
  • ruam
  • sakit kepala
  • ataksia
  • mengantuk
  • disuria
  • pembengkakan wajah
  • kelemahan
  • kebingungan
  • depresi sumsum tulang
  • peningkatan serum aminotransferases

Apabila terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan suportif dan simtomatik (dibantu oleh tenaga medis). 

Kontraindikasi

Bila Anda memiliki kondisi di bawah ini, hindari penggunaan antibiotik ini:

  • riwayat hipersensitif kandungan di dalamnya
  • riwayat penurunan fungsi hati dan ginjal

Artikel Lainnya: Masuki Musim Hujan, Waspada Bahaya Infeksi Jamur Kulit!

Interaksi Obat

Berikut beberapa risiko interaksi obat saat digunakan bersama Cotrim.

  • Dapat meningkatkan kadar dapsone.
  • Dapat memperpendek waktu paruh obat jika digunakan dengan rifampicin.
  • Dapat meningkatkan kadar obat phenytoin, digoxin, repaglinide, zidovudine, dan lamivudine.
  • Dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, jika digunakan dengan ciclosporin.
  • Dapat menyebabkan hiponatremia, jika digunakan dengan diuretik.
  • Dapat menyebabkan anemia, jika digunakan dengan penghambat folat lain, seperti pyrimethamine atau methotrexate.
  • Dapat meningkatkan risiko hiperkalemia, jika digunakan dengan penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE inhibitors), seperti captopril.

Peringatan dan Perhatian

Jika akan diresepkan Cotrim, informasikan dokter jika Anda memiliki riwayat:

  • penyakit ginjal
  • penyakit hati
  • porfiria
  • penyakit tiroid
  • HIV/AIDS
  • malnutrisi
  • gangguan elektrolit
  • asma

Informasikan juga ke dokter jika Anda memiliki:

  • kadar asam folat yang rendah
  • anemia
  • trombositopenia, serta
  • defisiensi G6PD

Informasikan dokter jika Anda mengonsumsi Cotrim bersama dengan obat lain, baik herbal maupun kimiawi. 

Hindari paparan matahari langsung dalam jangka waktu lama saat menjalani pengobatan dengan trimethoprim, karena dapat menyebabkan kulit lebih sensitif.

Gunakan tabir surya dan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan.

Informasikan dokter jika Anda akan menjalani vaksinasi menggunakan vaksin hidup, seperti vaksin tifus, selama menjalani pengobatan dengan trimethoprim.

Peringatan Kehamilan

Berdasarkan data FDA, Cotrim masuk ke dalam kategori C. 

Yakni, studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik, embriosidal, atau lainnya).

Sementara itu, tidak ada studi terkontrol pada wanita; atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia.

Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel Lainnya: Benarkah Anak dengan Penyakit Asma Lebih Berisiko Terkena Infeksi Paru?

Peringatan Menyusui

Beritahu dokter jika ibu menyusui akan mengonsumsi antibiotik Cotrim.

Penyakit Terkait

  • Infeksi Saluran Napas
  • Infeksi Saluran Pencernaan
  • Infeksi Saluran Kemih 
  • Infeksi Kelamin dan Kulit

Rekomendasi Obat Sejenis

Dapatkan kabar terbaru seputar kesehatan dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

  • ISO Farmakoterapi 2 (2013). Kotrimoksazol.
  • ISO Indonesia (2018). Cotrim.
  • MIMS Indonesia. Diakses 2021. Sulfamethoxazole + Trimethoprim.
  • Drugs.com. Diakes 2021. Cotrim