Kesehatan Bayi

Mana Lebih Baik, Menggendong Bayi atau Menggunakan Stroller?

dr. M. Dejandra Rasnaya, 17 Jan 2020

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Menggendong bayi memang lebih menjamin bonding orang tua dan bayi, tapi menggunakan stroller jauh lebih praktis. Sebetulnya, mana yang lebih baik?

Mana Lebih Baik, Menggendong Bayi atau Menggunakan Stroller?

Ada yang lebih memilih menggendong langsung bayinya, tapi ada pula yang memanfaatkan baby stroller saat mengajak bayi jalan-jalan, karena itulah tujuannya dibuat. Apa pun preferensinya, mari mengulas plus minus dari dua metode tersebut.

Preferensi orang tua tentu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan kondisi bayi. Khususnya pada bayi yang berusia di bawah 12 bulan, banyak orang tua yang masih bertanya-tanya tentang untung rugi menggendong bayi langsung atau pakai stroller.

1 dari 2

Plus Minus Menggendong Bayi secara Langsung

Cara mobilisasi bayi dengan cara ini punya banyak manfaat, baik untuk si Kecil maupun orang tua, yaitu mempererat kedekatan (bonding). Cara itu pun dapat memberikan kehangatan bagi bayi, karena terdapat kontak fisik.

Perlu diingat, kontak fisik antara orang tua dan bayi merupakan bagian dari stimulasi untuk memenuhi kebutuhan bayi akan curahan kasih sayang. Selain itu, ikatan batin juga akan makin kuat dengan adanya kontak mata.

Hal tersebut pada dasarnya dapat membantu memenuhi salah satu kebutuhan dasar anak, yaitu asih alias kebutuhan emosional.

Artikel lainnya: Ayah Pulang Kerja Langsung Gendong Bayi, Tularkan 5 Penyakit Ini

Selain itu, menggendong anak dengan tangan sendiri atau dengan bantuan kain gendongan bisa menstimulasi bayi akan lingkungan sekitar saat membawanya jalan-jalan.

Anda bisa menggendongnya sambil mengajaknya mengobrol, bercerita, atau menarasikan apa yang dilihat, menyebutkan nama hewan, mencium harum bunga, atau menunjuk benda-benda lain di sekitarnya.

Hal ini merupakan kebutuhan dasar anak lainnya, yaitu asah, atau kebutuhan akan stimulasi mental sedini mungkin.

Nilai plus yang ketiga adalah dengan posisi tubuh bayi yang lebih tegak saat orang tua menggendongnya, itu dapat mencegahnya muntah atau gumoh sehabis makan.

Selanjutnya, menurut sebuah penelitian dalam jurnal medis “Pediatrics”, bayi yang digendong selama 3 jam lebih jarang menangis sebanyak 43 persen, dibandingkan dengan bayi yang tidak digendong sama sekali. Alasannya karena menggendong bayi membuatnya nyaman.

Di luar dari nilai plus yang disebutkan di atas, menggendong bayi secara langsung tetap punya nilai minus yang mungkin sudah Anda tahu jawabannya. Ya, capek!

Menggendong bayi ke sana ke mari bisa membuat Anda dan pasangan lelah, apalagi jika berat badan bayi di atas rata-rata. Selain menggendong bayi, orang tua pun juga umumnya masih harus membawa gendongan lainnya, seperti tas yang berisi perlengkapan bayi dan/atau saudara kandungnya.

Apabila Anda atau pasangan sering mengalami nyeri punggung atau bermasalah dengan tulang belakang, sebaiknya jangan paksakan diri untuk terlalu sering dan terlalu lama menggendong bayi secara langsung.

2 dari 2

Untung Rugi Membawa Bayi Pakai Stroller

Satu keuntungan menggunakan stroller atau kereta dorong bayi adalah kepraktisannya. Orang tua tinggal menempatkan bayi di stroller, pasang sabuk pengamannya, lalu tinggal dorong stroller selama pergi jalan-jalan.

Artikel lainnya: Bunda, Ini Manfaat Menggendong Bayi

Tak cuma itu, perlengkapan bayi seperti baju, popok, peralatan makan, susu, selimut, mainan, dan sebagainya bisa diletakkan kantong yang tersedia menaruh perintilan bayi, atau menggantung tas bawaan di cantolan atau pegangan stroller.

Dari segi keamanan, meletakkan bayi di stroller juga lebih aman. Pasalnya, saat menggendong bayi, ada risiko jatuh.

Selain itu, dengan adanya penutup stroller, bayi akan terlindung dari panas dan teriknya sinar matahari.

Manfaat dari menggendong bayi secara langsung pun juga bisa didapat meski Anda menggunakan stroller.

Meski begitu, persiapan membawa stroller untuk si Kecil bepergian biasanya makan waktu dan cukup repot. Anda juga perlu mempertimbangkan medan jalanan, misalnya jalanan jelek berbatu, berlubang, dan sebagainya.

Kerugian lainnya adalah dari segi harga. Stroller yang berkualitas tinggi dan awet harganya cenderung mahal.

Selain itu, pemakaian stroller yang terlalu sering dapat mengganggu perkembangan motorik anak, terutama bila ia sudah mulai berjalan.

Jadi, mana yang lebih baik, menggendong bayi atau mendorongnya dengan stroller saat mengajak bayi jalan-jalan? Jawabannya tak ada yang lebih baik, karena semuanya kembali ke kebutuhan, kemampuan, dan preferensi orang tua dalam mengasuh bayi. Keduanya punya untung ruginya masing-masing, tinggal bagaimana orang tua menyesuaikannya.

(RN/RPA)

pola asuh
Bayi