Setelah tayangnya series dokumenter Netflix “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso”, publik kembali teringat dengan kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Jessica Wongso.
Dalam kasus ini, korban Wayan Mirna Salihin diduga tewas setelah minum kopi yang mengandung racun sianida.
Sianida merupakan gas kimia beracun yang dapat membuat tubuh kesulitan untuk menggunakan oksigen.
Ketika sianida terhirup atau tertelan, racun ini akan masuk melalui saluran pernapasan dan pencernaan. Tak lama, gejala keracunan sianida pun akan muncul. Saking kerasnya, racun sianida dapat langsung merusak tubuh.
Lantas, apa yang dirasakan saat minum sianida? Berapa lama racun sianida bereaksi? Namun sebelumnya, kamu perlu tahu ciri-ciri makanan atau minuman tercampur sianida. Yuk, simak tanda-tandanya lewat ulasan berikut ini.
1. Makanan atau Minuman Terasa Pahit
Disampaikan dr. Muhammad Anwar Irzan, tanda makanan dicampur sianida biasanya memiliki rasa yang pahit.
“Ada beberapa orang yang menyatakan bahwa rasa dari suatu makanan atau minuman yang mengandung sianida terasa seperti almond. Namun, tanda makanan mengandung racun sianida adalah rasanya yang sangat pahit,” tuturnya.
Artikel Lainnya: 10 Gejala Keracunan Sianida
2. Aromanya Bau Menyengat
Tanda minuman terkontaminasi sianida dapat terdeteksi dari bau yang muncul. Biasanya, minuman atau makanan yang mengandung racun sianida akan memiliki bau menyengat.
Bau menyengat yang muncul biasanya menyerupai almond yang gosong. Oleh karenanya, pastikan untuk selalu mengamati makanan dan minuman sebelum menyantapnya, ya!
3. Membuat Lidah Terasa Kebas
Menurut Dokter Muhammad, tanda seseorang keracunan sianida dapat ditunjukkan dengan indera perasa di lidah yang menjadi kebas. Sensasi anestetik yang dirasakan merupakan kematian sel saraf sensorik di lidah.
Selain itu, tanda makanan beracun juga bisa membuat munculnya sensasi terbakar pada lidah.
Artikel Lainnya: Yang Terjadi pada Tubuh saat Keracunan Makanan
Sayangnya, sulit untuk melihat ciri-ciri makanan beracun dari warnanya. Pasalnya, sianida memiliki warna putih bening yang menyerupai gula dan garam. Jika dilarutkan ke dalam air atau ditambahkan ke dalam makanan, sianida tidak akan mengubah warna makanan atau minuman.
Oleh karenanya, Centers for Disease Control and Prevention menyarankan agar hindari mengonsumsi makanan jika bau, rasa, atau tampilannya tidak terlihat seperti pada umumnya.
Pasalnya, hanya dalam hitungan menit setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sianida, gejala keracunan sianida akan muncul. Mulai dari pusing, sakit kepala, mual, muntah, sesak napas, hingga pingsan. Bila dosis sianida yang dikonsumsi sangat tinggi, ini bisa langsung menyebabkan kematian.
#JagaSehatmu dan orang lain yang terpapar dengan melakukan pertolongan pertama mengatasi keracunan sianida sesegera mungkin.
Bila punya pertanyaan lain seputar cara mengatasi keracunan zat kimia, kamu juga bisa chat dengan dokter menggunakan layanan Tanya Dokter, atau bertemu dan konsultasi langsung dengan dokter di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi yang lebih praktis.
(NM)
- New York State Department of Health. Diakses 2023. The Facts About Cyanides.
- Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2023. Cyanide.